Wujudkan Lingkungan Lestari, Mahasiswa KKN Unimal Inisiasi “Gerakan Sekolah Hijau” di SDN 7 Blang Mangat

  • Bagikan

LHOKSEUMAWE – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 56 Universitas Malikussaleh (Unimal) secara resmi meluncurkan program Gerakan Sekolah Hijau di SD Negeri 7 Blang Mangat, Desa Kuala, Minggu (

Aksi lingkungan ini menitikberatkan pada pembuatan lubang biopori komposit dan penanaman pohon sebagai langkah konkret mitigasi banjir serta peningkatan kualitas udara di lingkungan sekolah.

Kegiatan diawali dengan sesi edukasi interaktif mengenai pentingnya menjaga ekosistem. Dalam sesi ini, mahasiswa memaparkan mekanisme kerja biopori dalam menyerap air hujan sekaligus fungsinya sebagai media pengolahan sampah organik yang efektif.

Program ini tidak hanya berhenti pada teori. Para mahasiswa mendampingi siswa kelas 6 untuk terjun langsung mempraktikkan pembuatan biopori komposit di halaman sekolah. Selain itu, penanaman pohon dilakukan secara kolektif di berbagai titik strategis untuk menciptakan area hijau yang lebih asri.

“Alhamdulillah, siswa kelas 6 sangat cepat menangkap materi yang kami sampaikan. Mereka begitu bersemangat saat tahap penanaman dan pembuatan biopori. Kami optimis kegiatan ini membawa dampak positif jangka panjang bagi sekolah,” ujar Cleopatra, salah satu pemateri kegiatan.

M. Hafizh Dwi Syahputra, anggota kelompok lainnya, menambahkan bahwa antusiasme siswa adalah kunci keberhasilan program ini. “Mereka sangat proaktif mengikuti setiap tahapan, mulai dari teknik menggali lubang yang benar hingga proses penanaman bibit,” tuturnya.

Gerakan ini disambut hangat oleh pihak sekolah. Kepala SDN 7 Blang Mangat, Irwansyah menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan sarana belajar luar ruangan (outdoor learning) yang sangat bernilai bagi pembentukan karakter siswa.

Tiga manfaat utama dari program ini, biopori berfungsi mencegah genangan air atau banjir saat intensitas hujan tinggi. Penghijauan menciptakan suasana belajar yang lebih teduh, segar, dan asri. Melatih rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap alam sejak usia dini.

“Melalui praktik langsung, siswa tidak hanya belajar teori dari buku, tetapi benar-benar merasakan tanggung jawab menjaga kelestarian alam di lingkungan mereka sendiri,” ungkap Irwansyah.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN Kelompok 56, guru, dan siswa, SDN 7 Blang Mangat diharapkan dapat menjadi pelopor sekolah ramah lingkungan di Kecamatan Blang Mangat. Program ini diharapkan menjadi investasi lingkungan yang berkelanjutan demi kualitas hidup generasi mendatang yang lebih baik.

  • Bagikan
Exit mobile version