Mahasiswa KPM UIN Sultanah Nahrasiyah dan KNPI Aceh Tengah Gelar Trauma Healing

  • Bagikan
Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) kelompok 70 UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe bersama DPD KNPI Aceh Tengah melakukan kegiatan trauma healing kepada anak-anak di Posko Kampung Hakim Bale Bujang, Aceh Tengah, pada Kamis (29/01/2026).

ACEH TENGAH – Suasana ceria dan gelak tawa memecah kesunyian di Dusun Dedalu, Kampung Hakim Bale Bujang, Aceh Tengah, pada Kamis (29/01/2026). Puluhan anak-anak di wilayah terdampak bencana tersebut mengikuti kegiatan trauma healing yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) kelompok 70 UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe bersama DPD KNPI Aceh Tengah.

Kegiatan ini dirancang khusus sebagai upaya memulihkan kondisi mental dan emosional anak-anak agar dapat melepas rasa takut serta tekanan psikologis akibat bencana yang melanda wilayah mereka.

Dalam program ini, para mahasiswa dan aktivis pemuda menghadirkan berbagai permainan edukatif yang mengutamakan interaksi sosial. Salah satunya adalah permainan “0-0”, sebuah game kelompok yang melatih konsentrasi dan kekompakan. Melalui aktivitas ini, anak-anak diajak untuk kembali membangun komunikasi yang riang dengan teman sebaya.

Selain ketangkasan fisik, anak-anak juga diajak mengasah kreativitas melalui aktivitas tempel kreasi menggunakan bahan daur ulang. Dengan memanfaatkan kertas bekas dan bahan ramah lingkungan, mereka diberikan ruang untuk menyalurkan imajinasi sekaligus mengekspresikan perasaan secara positif melalui karya seni sederhana.

Ketua Kelompok KPM 70 UIN Sultanah Nahrasiyah menyampaikan bahwa pemberian ruang aman bagi anak adalah prioritas utama dalam masa pemulihan.

“Anak-anak membutuhkan ruang untuk bermain dan tertawa setelah melalui situasi sulit yang memicu trauma. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan kembali keceriaan dan rasa aman bagi mereka,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan KNPI Aceh Tengah menekankan bahwa kolaborasi berbagai pihak sangat diperlukan dalam menangani dampak bencana, terutama bagi kelompok rentan. Pihaknya berharap kegiatan pemulihan psikis seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga pada kesehatan mental masyarakat agar mereka dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan penuh semangat.

  • Bagikan
Exit mobile version