LHOKSEUMAWE – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 56 Universitas Malikussaleh (Unimal) mengambil langkah nyata dalam memperkuat ekonomi lokal di Desa Kuala, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe. Fokus utama mereka adalah melakukan modernisasi pada produk tradisional khas Aceh, Kue Keukarah dan Kelapa Gongseng.
Program pengabdian ini bertujuan untuk mentransformasi usaha rumahan warga agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas melalui sentuhan inovasi dan digitalisasi.
Mahasiswa tidak hanya memberikan teori, tetapi langsung terjun melakukan pendampingan teknis. Beberapa poin utama pengembangan yang dilakukan meliputi, pembuatan logo usaha yang ikonik dan desain kemasan (packaging) yang lebih menarik serta higienis. Strategi promosi kreatif dan pemetaan lokasi usaha secara digital (Google Maps) guna memudahkan akses konsumen.
Pengenalan metode pembekuan (freezing) untuk menjaga kualitas rasa dan memperpanjang daya tahan produk tanpa bahan pengawet kimia.
Kehadiran para mahasiswa disambut hangat oleh warga. Ibu Rosmawati, pemilik usaha Kelapa Gongseng, mengaku sangat terbantu dengan adanya pembaruan identitas visual produknya.
“Saya sangat senang dan merasa terbantu. Kegiatan mahasiswa KKN ini memberikan warna baru bagi usaha saya, terutama dalam hal kemasan dan promosi yang sebelumnya sangat sederhana,” ungkap Ibu Rosmawati.
Senada dengan itu, Ibu Basyariah yang mengelola usaha Kue Keukarah juga menyampaikan rasa syukurnya. Menurutnya, pendampingan ini memberikan rasa percaya diri lebih bagi pelaku UMKM di Desa Kuala untuk memasarkan produknya.
Melalui program ini, Kelompok 56 KKN Unimal berharap UMKM lokal tidak hanya bertahan, tetapi juga “naik kelas”. Inovasi kemasan dan promosi digital diharapkan menjadi kunci agar produk khas Desa Kuala bisa menjangkau pasar di luar daerah.
“Kami ingin dampak ini berkelanjutan. Dengan pengelolaan produk yang lebih modern, UMKM lokal akan memiliki daya saing tinggi yang pada akhirnya berkontribusi langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat desa,” ujar perwakilan mahasiswa Kelompok 56.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata peran mahasiswa dalam menjalankan pilar pengabdian masyarakat, sekaligus menjadi katalisator bagi penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.
