Apresiasi Alumni P3N 26 atas sikap Kesatriaan Ka BAIS TNI

  • Bagikan
Dedi Sumardi Nurdin, Alumni P3N Angkatan 26 Lemhannas RI.

Alumni Program Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) Angkatan 26 Lemhannas Republik Indonesia dari unsur tokoh masyarakat Aceh menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas sikap ksatria yang ditunjukkan oleh Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI Letjen TNI Yudi Abrimantyo secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Rabu (25/3/2026).

Langkah tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral atas keterlibatan oknum anggota BAIS TNI dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Pertanggungjawaban komando ini juga telah dikonfirmasi oleh Kapuspen TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah.

Keputusan untuk mengundurkan diri merupakan langkah yang tidak mudah dan semakin langka dalam praktik kepemimpinan saat ini. Tindakan tersebut bukan sekadar keputusan administratif, melainkan manifestasi nyata dari kepemimpinan yang berintegritas—yang menjunjung tinggi keberanian moral, tanggung jawab, serta komitmen dalam menjaga kehormatan institusi. Di tengah dinamika kehidupan berbangsa yang semakin kompleks, sikap seperti ini menjadi teladan yang patut dihormati dan dijadikan rujukan.

“Ini bukan sekadar pengunduran diri, tetapi pesan moral yang kuat bahwa jabatan harus tunduk pada tanggung jawab,” ujar Dedi Sumardi Nurdin, Alumni P3N Angkatan 26 Lemhannas RI.

Sebagai alumni Lemhannas Republik Indonesia, kami ditempa untuk menjunjung tinggi nilai-nilai integritas, etika, dan kepemimpinan strategis yang menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Apa yang ditunjukkan oleh Kabais TNI hari ini merupakan refleksi konkret dari nilai-nilai tersebut.

Kami berharap sikap kesatriaan ini dapat menjadi inspirasi luas bagi seluruh pemimpin di Indonesia—baik di lingkungan militer, pemerintahan, maupun sektor sipil—bahwa esensi kepemimpinan sejati terletak pada keberanian untuk bertanggung jawab, bahkan dalam situasi yang tidak mudah.

Semoga tradisi kepemimpinan yang beretika, berintegritas, dan bermartabat terus tumbuh dan mengakar kuat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

  • Bagikan
Exit mobile version