Durasi, Lhokseumawe – Puluhan pelajar korban kebakaran di Gang Perdede, Dusun Murthadahuddin, Gampong Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, membutuhkan Alat Tulis Sekolah (ATS), seperti buku, tas, pensil, pulpen, dan perlengkapan lainnya. Mereka, kesulitan mengikuti belajar dan mengajar disekolah akibat tak memiliki sarana pendukung tersebut.
” Banyak yang mengeluh tak punya buku dan tas lagi. Bukan hanya Orang Tua wali Murid, tapi memang pelajar-pelajar dipengungsian itu sendiri langsung yang bilang sama Kita, ” kata Keuchik Gampong Jawa Lama, Syamsul Bahri menjawab durasi, Rabu (13/5).
Ia mengungkapkan, Siswa-siswi yang bertahan dibawah tenda darurat itu sudah 8 hari kesulitan belajar disekolah selayaknya Anak-anak diusianya. Sehingga, dinilainya mendesak dibutuhkan secepatnya, baik untuk tingkaat Tk, SD, SMP dan SMA.
” Anak-anak itu sudah didata semua ada 36 orang. Kaluhan mereka sudah Kami sampaikan ke Dinas Pendidikan dan Kabudayaan, ” ungkapnya.
Seraya menambahkan, ATS itu juga sangat dinantikan pelajar korban bencana disana menjelang tahun ajaran baru 2026/2027
Sementara itu ketika dihubungi Walikota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar mengatakan, dirinya sedang perjalanan dinas diluar kota. Perihal dimaksud kiranya untuk dapat dikoordinasikan langsung dengan Dinas PK bersangkutan.
” Saya sedang perjalanan kerja ke luar daerah. Dikonfirmasikan saja ke Dinas Pendidikan, ” tutur Sayuti.
Sebelumnya, Si jago merah melalap total 84 unit rumah dalam peristiwa kebakaran. Kejadian itu persisnya terjadi sekira pukul 12.30 Wib, Selasa lalu (5/5).
Tercatat, ada 4 orang korban yang harus menjalani perawatan itensif akibat kebakaran di Pusat Kesehatan Masyarakat dan RS Kesrem TNI-AD Lhokseumawe. 3 orang dinyatakan mengalami luka ringan dan 1 orang luka berat.
