ACEH UTARA— Kelompok Kepiting Desa Unggul dan Reboisasi (KENDURI) bersama masyarakat Gampong Teupin Kuyun, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, menggelar kegiatan penebaran bibit kepiting dan penanaman mangrove, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat melalui budidaya kepiting berkelanjutan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kabag Administrasi Pemerintahan (Adpem) Setdakab Aceh Utara, Samsul Rizal, Keuchik Gampong Teupin Kuyun, perangkat gampong, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari PHE NSO dan LPLHa.
Dalam sambutannya, Samsul Rizal mengapresiasi inisiatif kelompok itu yang dinilai mampu menggabungkan aspek pelestarian lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.
“Kelompok harus tetap konsisten dalam membudidayakan kepiting, agar kegiatan ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Samsul.
Ketua Kelompok KENDURI, Arsyadi menjelaskan, keberadaan mangrove memiliki hubungan yang sangat erat dengan habitat kepiting. Karena angrove menjadi tempat hidup alami sekaligus pelindung bagi kepiting di kawasan pesisir.
“Bibit kepiting dan pohon bakau merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Bakau ini bagaikan rumah bagi kepiting, sehingga melalui penanaman ini juga akan bermanfaat bagi kami para petani kepiting,” ungkap Arsyadi.
Sementara itu, Keuchik Gampong Teupin Kuyun, Bustamam menyampaikan terima kasih kepada PHE NSO dan LPLHa atas dukungan terhadap kelompok budidaya kepiting di desanya.
“Atas bantuan ini sangat membantu dalam mendorong pemberdayaan masyarakat kami, sekaligus sebagai upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan,” kata Bustamam.
Dalam kegiatan tersebut, Kelompok KENDURI menebarkan sebanyak 700 bibit kepiting di kawasan pesisir Gampong Teupin Kuyun. Selain itu, sebanyak 300 batang mangrove juga ditanam sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem pesisir Aceh Utara. [] (Ril)
