Durasi, Lhokseumawe – Pengerukan Reservoir Pusong, Kota Lhokseumawe, terus dipercepat, Jumat(8/5). Ditargetkan pembersihan sedimentasi atau endapan lumpur tahap awal yang mencakup seluruh areal genangan akan selesai dikerjakan pada akhir Mei mendatang.
” Eskavator amphibi (amphibious excavator) sedang bergerak menyisir seluruh luas genangan di waduk. Semoga bisa selesai berjalan sesuai target Kita, ” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat (PUPR) Lhokseumawe, Said Bachtiar melalui Kepala Bidang Pengairan, T. Syahrial saat ditemui durasi dilokasi.
Ia menjelaskan, pengerukan sedimentasi diarea genangan itu harus segera dibersihkan untuk menjaga kapasitas tampung dan kualitas air. Penumpukan lumpur dan padatan di dasar reservoir dapat mengurangi volume efektifnya, yang berdampak pada penurunan efisiensi sistem pengolahan air ketika tiba musim penghujan sehingga menimbulkan genangan dipermukiman penduduk alias banjir.
” Rata-rata Kita keruk bervariasi sekitar 1,3 sampai 2 Meter, tergantung tebal dan rendahnya sedimentasi. Mudah-mudahan nanti kedepannya bisa mereduksi kembali banjir, karena tempat penampungannya sudah dibersihkan, ” papar Said yang diamini Syahrial.
Setelah tahap awal terealisasi, Sebut Syahrial, berikutnya pada tahap kedua giliran hamparan dataran diarea pulau bangka (mangrove) didalam waduk yang menjadi fukus utama pengerukan. Dimana, sesuai kajian ilmiah dan aturan menanam tanaman di area reservoir atau di sepanjang sempadannya sangat dilarang dan dibatasi ketat karena beresiko keamanan bendungan, pendangkalan, pencemaran air hingga menganggu fungsi waduk.
Berdasarkan Permen PUPR Nomor 7 Tahun 2023, seluruh ruang waduk hingga garis sempadan diatur dalam Zona Pemanfaatan Waduk. Pemanfaatan di luar zonasi yang ditetapkan dapat merusak lingkungan dan fungsi waduk itu sendiri.
” Tanaman bakau bukan enggak boleh ditanami disana, karena memang bukan tempatnya! Yang mana budidaya tanaman itu baiknya berada dikawasan pesisir pantai, muara sungai, teluk yang dangkal, dan rawa yang dipengaruhi pasang surut air laut, ” terangnya.
PUPR menargetkan pembersihan waduk tahap kedua itu dapat rampung dikerjakan sebelum tibanya musim penghujan. Dengan luas genangan berjumlah 40 Hektare dari keseluruhan luas reservoir itu total 60 Hektare areal.
” Jadi, ketika hujan tiba waduk dapat berfungsi optimal menampung air. Pemko akan berupaya segalanya untuk mempercepat pemulihan tata ruang dan fungsinya kembali, ” imbuh Said Bactiar dan Syahrial.












