Durasi, Lhokseumawe – Jumlah rumah yang ludes terbakar di Gang Perdede, Dusun Murthadahuddin, Gampong Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, bertambah 84 unit. Sebanyak 85 Kepala Keluarga atau 275 jiwa dikawasan bencana kebakaran padat penduduk itu dinyatakan mengungsi di tiga titik terpisah, yaitu kamp pengungsian Pantai Jagu, Gereja HKBP dan Gereja Katolik Stasi Santo Mikael Lhokseumawe.
Walikota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar mengatakan, berjanji akan memperjuangkan bantuan rumah untuk dapat dibangun kembali ke Pemerintah Pusat. Pihaknya, komit mengerahkan segala upaya untuk pemulihan dampak bencana tersebut.
” Sore nanti Saya ada rapat dengan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), Kita akan perjuangkan supaya dapat dibangun kembali. Insya Allah.., saya akan berjuang untuk memastikan hidup ibu, bapak dan Anak-anak semua ini bisa pulih normal, ” ucap Sayuti ketika berdialog dengan korban kebakaran di tenda pengungsian Pantai Jagu setempat, Rabu (6/5).
Walikota berkunjung kesana bersama didampingi Kepala Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Said bachtiar, Plt Kepala Dinas Sosial, Nurlina, Camat banda Sakti, Mirdha Ihsan, S.STP, Danramil 16 Banda Sakti, Kapten Arm Junaidi, dan rombongan terkait lainnya. Mereka, turut menyerahkan bantuan masa panik untuk kebutuhan warga dipengungsian.
” Saya kemari merupakan wujud kehadiran Pemerintah terhadap warganya yang tertimpa musibah. Kalau ada keluhan sampaikan saja kepada Keuchik, agar diberitahukan langsung ke Saya (wallikota-red) untuk ditindaklanjuti, ” ucapnya.
Ia juga memastikan, terkait kebutuhan tenda darurat dan sarana penunjang lain bagi pengungsi dipastikan stoknya di BPBD masih memadai. Lantaran masih ada disimpan bantuan ketika diterjang banjir beberapa waktu lalu.
” Kita tenda masih banyak, angkong atau gerobak sorong juga bisa Kita distribusikan melalui BPBD untuk pembersihan dampak kebakaran dilokasi.

Salah seorang korban, Simajuntak mengaku, pihaknya sudah tidak memiliki harta benda pasca bencana kebakaran. Warga juga membutuhkan kemudahan kepengurusan administrasi kependudukan.
” Kami mohon bisa terealisasi dibangun rumah kembali. Termasuk bisa dimudahkan mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kami butuh sekali itu bantu Kami Pak Wali, ” ungkapnya.
Sementara Keuchik Gampong Jawa Lama, Samsul Bahri mengungkapkan, pihaknya berharap kedepan diupayakan armada kebakaran mini, agar dapat beroperasi memadamkan api dikawasan sempit padat penduduk. Pasalnya, saat bencana kebakaran terjadi armada pemadam kebakaran (damkar) yang diterjunkan kelokasi tidak dapat menjangkau untuk memadamkan titik api.
” Damkar yang memadamkan api saat itu mobilnya besar-besar, gak tembus ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Makanya, Kita butuh sekali damkar mini kedepannya, ” ujarnya.
Camat Banda Sakti, Mirdha Ihsan menjelaskan, pihaknya akan memfasilitasi korban bencana kebakaran itu terkait kepengurusan dokumen kependudukan. Dengan mencatat Nomor Induk Kependudukan (NIK) disampaikan kepada Keuchik Gampong Jawa Lama.
” Nanti dicatat NIK-nya sampaikan ke Keuchik. Untuk selanjutnya ditindaklanjuti ke Kantor Pencatatan Sipil (Capil), ” paparnya.
Ihsan melanjutkan, pihaknya juga berencana akan memindahkan 3 titik pengungsian dari tempat sebelumnya ke area lokasi TKP kebakaran. Hal ini sesuai permintaan warga bencana tersebut.
” Mereka mohon dipindahkan tendanya, biar dekat rumahnya yang terbakar itu. Jadi, warga bisa menjaga asetnya yang masih bisa digunakan dan sekaligus bisa membersihkan huniannya dari sampah dan puing-puing berserakan disana, ” jelasnya.
Sementara Plt Kalak BPBD Lhokseumawe, Said Bachtiar menyebutkan, petugas BPBD sudah diintruksikan membantu penanganan dampak bencana. Termasuk, melakukan pendataan seluruh kerugian yang dialami warga disana.
” Petugas Kita stanby di TKP, membantu apa saja yang bisa dilakukan bersama warga. Tim BPBD terus memonitor dilokasi dan berkoordinasi dengan warga kebakaran itu, ” lanjut Said Bachtiar.
Sebelumnya, Si jago merah melalap total 84 unit rumah dalam peristiwa kebakaran, Selasa (5/5). Kejadian itu persisnya terjadi sekira pukul 12.30 Wib, Siang Kemarin.
Tercatat, ada 4 orang korban yang harus menjalani perawatan itensif akibat kebakaran di Pusat Kesehatan Masyarakat dan RS Kesrem TNI-AD Lhokseumawe. 3 orang dinyatakan mengalami luka ringan dan 1 orang luka berat.












