Miris! Penyelenggara Pemilihan Keuchik di Lhokseumawe Hanya Dibayar Rp1.666 perhari

  • Bagikan
Salah seorang Sekretaris P2K sedang berdialog dengan nara sumber dalam bimtek pilchiksung serentak 2026 yang berlangsung di Aula Sekdako setempat, Selasa (19/5). Foto : (Durasi/Erwin)

Durasi, Lhokseumawe – Sungguh miris nasib yang dialami anggota penyelenggara Panitia Pemilihan Keuchik (P2K) yang tersebar 47 gampong di wilayah Kota Lhokseumawe. Mereka, mengeluh honorarium yang diterima oleh panitia pemilihan ditingakt desa itu yang dinilai begitu rendah hanya Rp1.666 per Hari.

” Hansep sahoe, kiban tajep kupi bak keude ngon pasoe minyeuk honda Siuroe-uroe ? (Gak cukup sama sekali, gima mau minum kopi dan isi minyak sepeda motor Sehari-hari ?). Rata-rata Kami hanya memperoleh upah Rp50 ribu per bulan, ” ucap salah seorang Perwakilan P2P, Supriadi yanng diamini beberapa anggota dari gampong lain saat mengikuti bimbingan teknis pelaksanaan tahapan pemilihan keuhik serentak yang berlangsung di Aula Sekdako setempat, Selasa (19/5).

Supriadi yang tercatat sebagai Ketua P2K Gampong Padang Sakti bersama anggota lain mengaku, pihaknya sangat kesulitan melaksanakan serangkaian kegiatan pemilihan keuchik langsung (pilchiksung) akibat minimnya alokasi dana didalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). Honor itu mencakup honor panitia, logistik dan operasional kerja P2K selama 6 bulan terhitung Mei sampai Oktober mendatang.

” Misalkan di gampong Kami Padang Sakti dalam DPA tercatat Rp25 juta dan bila dipotong biaya dananya berkurang Rp22-21 juta. Budget segitu diperuntukkan untuk semua, mulai honor penyelenggara, KPPS, dan Petugas Pemuthakiran Data Pemilih (Pantarlih). Dan, itu belum termasuk untuk kebutuhan proses pemungutan suara, cetak kertas dan perlengkapan lainnya, ” keluh mereka.

Menanggapi perihal dimaksud Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pemberadayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG), Safriadi, S.STP, M.S.M menjelaskan, kebutuhan dana pilchiksung itu merujuk pada Peraturan Walikota (Perwal) petunjuk teknis Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (APBG) nomor 4 tahun 2026. Artinya, serangkaian pelaksanaan dimaksud diatur dalam Perwal tersebut.

Bimtek P2K

Sedikitnya 100-an peserta mengikuti bimtek yang dibuka langsung oleh Asisten I Pemko Lhokseumawe, Mirdha Ihsan, S.STP, yang berlangsung di Aula Sekdako setempat. Masing-masing terdiri dari Ketua dan Sekretaris P2K, Imum Mukim dan Camat.

Dengan menghadirkan nara sumber sebagai pemateri dari DPMG Pemprov Aceh. Materi yang disampaikan mencakup standar operasional tahapan pelaksanaan pilchiksung serentak tahap kedua 2026.

” Kegiatan ini merupakan bagian penting dalam persiapan pelaksanaan pemilihan keuchik serentak yang akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Oleh karena itu seluruh unsur yang terlibat harus memiliki pemahaman sama terhadap aturan, mekanisme, tahapan, tugas dan tanggung jawabnya, ” ujar Safriadi.

Dengan adanya bimtek tentu para peserta dapat memahami secara menyeluruh proses pelaksanaan pemilihan keuchik. Sehingga, nantinya pelaksanaan di setiap gampong dapat berjalan tertib, aman, lancar, demokratis, dan sesuai dengan ketentuan peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

” Peran Camat, Mukim, dan Panitia Pemilihan Keuchik sangat menentukan sukses atau tidaknya pelaksanaan pesta demokrasi di tingkat gampong. Kami mengajak seluruh pihak untuk menjaga netralitas, sekaligus meningkatkan koordinasi dan mengedepankan komunikasi yang baik dalam setiap tahapan pelaksanaannya, ” imbuh Kadis DPMG.

Sebagaimana diketahui Pemko Lhokseumawe sudah menetapkan jadwal pilchiksung serentak yang diikuti 47 gampong. Adapun 47 gampong yang akan menggelar pilciksung serentak itu terdiri dari Kecamatan Banda Sakti 9 gampong, Muara Satu 9 gampong, Muara Dua 11 gampong, dan Kecamatan Blang Mangat 18 gampong.

  • Bagikan
Exit mobile version