SIGLI – Wakil Bupati Pidie, Alzaizi, menghadiri kunjungan kerja Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, dalam rangka peresmian revitalisasi sekolah se-Kabupaten Pidie yang mengusung tema “Wujudkan Sekolah Asri”. Kegiatan tersebut dipusatkan di SMK Negeri 3 Sigli.
Kunjungan kerja diawali di SD Negeri Utue, Menteri meninjau progres pembangunan ruang belajar yang dilaksanakan melalui skema swakelola bersama TNI. Pada kesempatan itu, Menteri berdialog langsung dengan para guru dan siswa guna melihat perkembangan pembangunan sekaligus proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah tersebut.
Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan budaya literasi, Menteri turut menyerahkan bantuan koleksi buku bacaan kepada pihak sekolah untuk memperkaya sumber belajar bagi peserta didik.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan di SMK Negeri 3 Sigli dengan peresmian hasil Program Revitalisasi Sekolah Tahun 2025 serta penyerahan Program Revitalisasi Tahun 2026 kepada sejumlah sekolah di Kabupaten Pidie.
Program revitalisasi sekolah merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, sehat, dan representatif bagi peserta didik.
Pada Tahun 2025, Kabupaten Pidie memperoleh program revitalisasi untuk 21 satuan pendidikan yang terdiri atas 1 PAUD, 2 SD, 4 SMP, 11 SMA, 2 SMK, dan 1 SLB. Sementara pada Tahun 2026, sebagai bagian dari percepatan penanganan dampak bencana hidrometeorologi, Kabupaten Pidie kembali menerima program revitalisasi untuk 92 sekolah, meliputi 10 PAUD, 51 SD, 22 SMP, 2 SMA, dan 5 SMK.
Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., Selasa, menyatakan bahwa revitalisasi sekolah merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh anak bangsa.
Menurutnya, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat berlangsungnya proses belajar mengajar, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, pengembangan kreativitas, serta penanaman kepedulian terhadap lingkungan.
“Sekolah yang baik adalah sekolah yang mampu memberikan rasa aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujar Menteri.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, kepala sekolah, guru, hingga masyarakat, untuk bersama-sama menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang telah direvitalisasi agar memberikan manfaat maksimal bagi peningkatan mutu pendidikan.
Sementara itu, Wakil Bupati Pidie Alzaizi menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan sektor pendidikan di Kabupaten Pidie. Menurutnya, program revitalisasi sekolah menjadi langkah strategis dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih layak dan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
“Pemerintah Kabupaten Pidie berkomitmen mendukung berbagai program peningkatan mutu pendidikan, termasuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun agar dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi peserta didik,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI menandatangani prasasti revitalisasi sekolah yang mewakili sejumlah satuan pendidikan di Kabupaten Pidie, yakni TK Negeri Bungong Mulia, SD Negeri 3 Teupin Raya, SMP Negeri 1 Tangse, SMA Negeri Mutiara, SMK Negeri 3 Sigli, dan SLB Negeri Pidie.
Selain itu, Menteri juga menyerahkan secara simbolis hasil Program Percepatan Revitalisasi Tahun 2026 kepada perwakilan sekolah, yakni TK Negeri Adan, SD Negeri 1 Teubeng, SMP Negeri 2 Delima, SMA Negeri Mutiara, dan SMK Negeri 3 Sigli.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Aceh, Muhammad Syafran, unsur Forkopimda Kabupaten Pidie, para kepala SKPK lintas sektor di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pidie, serta para kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Pidie.
