hit counter

Dinilai Berpengalaman, Sekjen YARA Lhokseumawe Dukung Sayuti Achmad Pimpin PWI Aceh

  • Bagikan
Praktisi Hukum/Advokat, Fuadi Bachtiar, S.H. Foto: Istimewa

LHOKSEUMAWE– Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Lhokseumawe, Sayuti Achmad, maju sebagai calon Ketua PWI Provinsi Aceh periode 2026–2031. Pencalonan tersebut mendapat dukungan dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Kota Lhokseumawe, Fuadi Bachtiar, S.H.

Dukungan tersebut disampaikan Fuadi sebagai bentuk perhatian terhadap dinamika organisasi kewartawanan di Aceh, khususnya dalam menentukan sosok yang akan memimpin PWI Aceh untuk lima tahun mendatang.

Fuadi menilai Sayuti Achmad merupakan wartawan senior di Aceh dan sosok yang memiliki pengalaman dalam organisasi kewartawanan. Selama menjabat sebagai Ketua PWI Kota Lhokseumawe, bahwa Sayuti menjadi bagian dari perjalanan organisasi pers di tingkat daerah.

“Kepemimpinan dalam organisasi profesi wartawan tidak hanya membutuhkan kemampuan mengelola organisasi, tetapi juga komitmen dalam menjaga marwah pers, memperkuat solidaritas sesama wartawan, serta memperjuangkan profesionalisme dan independensi jurnalistik,” kata Fuadi, juga Praktisi Hukum/Advokat, Jumat (30/10/2026).

Menurut Fuadi, pencalonan Sayuti Achmad menjadi salah satu bagian dari dinamika demokrasi organisasi PWI Aceh. Untuk itu, proses pemilihan Ketua PWI Aceh diharapkan dapat berlangsung secara terbuka, demokratis, dan mengedepankan kepentingan organisasi. Sosok Sayuti Achmad selama ini dikenal dalam aktivitas organisasi PWI di Kota Lhokseumawe. Pengalamannya memimpin organisasi di tingkat kota menjadi bagian dari rekam jejak yang dibawanya dalam mengikuti kontestasi kepemimpinan PWI Aceh periode 2026–2031.

“Di tengah berbagai tantangan dunia jurnalistik, PWI Aceh ke depan akan dihadapkan pada sejumlah agenda penting. Mulai dari peningkatan kapasitas dan kompetensi wartawan, penguatan perlindungan profesi, menjaga independensi pers, hingga membangun hubungan yang sehat antara insan pers, pemerintah, dan masyarakat,” ujar Fuadi.

Selain itu, kata Fuadi, perkembangan teknologi digital juga menjadi tantangan tersendiri bagi dunia kewartawanan. Wartawan dituntut semakin adaptif terhadap perubahan pola penyebaran informasi, tanpa mengabaikan prinsip-prinsip jurnalistik, verifikasi, keberimbangan, dan tanggung jawab terhadap publik.

“Maka kepemimpinan PWI Aceh periode 2026–2031 nantinya diharapkan mampu memperkuat peran organisasi sebagai rumah besar wartawan, sekaligus menjadi wadah pembinaan dan perlindungan bagi seluruh anggota,” ucap Fuadi. [] (Ril)

 

  • Bagikan