hit counter

Gandeng Polres dan BNN, Lapas Lhokseumawe Gelar Ikrar Pemasyarakatan Bersih

  • Bagikan
Ikrar Pemasyarakatan bersih disertai aksi geledah kamar sel tahanan dan razia napi di Lapas Kelas II-A Lhokseumawe. Foto : Ist

Durasi, Lhokseumawe – Tekad kuat yang begitu kompak menggelegar digelorakan dari balik jeruji dan tembok Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-A Kota Lhokseumawe, Jum’at Pagi (8/5). Hanya satu kata, yaitu tidak ada tempat bagi narkoba, handphone, hingga kasus penipuan berkeliaran leluasa disel tahanan disana.

Pagi itu suasana rumah tahanan itu terasa berbeda, tidak seperti biasanya. Tembok kokoh dan tinggi, dengan Pintu-pintu besi yang berjejeran begitu identik dengan hukuman dan keterbatasannya.

Seluruh jajaran petugas berdiri tegap berdampingan dengan warga binaan pemasyarakatan (WBP). Tidak ada sekat dalam semangat yang sama – membersihkan pemasyarakatan dari segala hal yang merusak marwah pembinaan dan mencederai kepercayaan masyarakat. Artinya, segala benda terlarang dilarang berkeliaran dikalangan warga binaan.

Kegiatan apel bersama dan ikrar pemasyarakatan bersih tersebut turut dihadiri oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Lhokseumawe serta Kapolres Lhokseumawe yang diwakili oleh Kepala Satuan Sabhara. Ini menjadi simbol kuat bahwa perang melawan narkoba dan praktik ilegal tidak dapat dilakukan sendiri, lewat satu komitmen memperjuangkannya secara bersama-sama.

Suara lantang ikrar menggema memenuhi lapangan apel dan seisi ruangan. Kalimat dan keianginan diucapkan dengan penuh penegasan, seolah menjadi sumpah moral bagi seluruh insan pemasyarakatan untuk tidak lagi memberi ruang sedikit pun terhadap perbuatan yang dinilai menyimpang.

Dalam amanatnya, Kepala Lapas Kelas II-A Lhokseumawe, Wahyu Prasetyo, menyampaikan pesan yang menggugah dan penuh penekanan terhadap pentingnya integritas di lingkungan pemasyarakatan.

” Jangan pernah berpikir bahwa narkoba, handphone ilegal, dan penipuan adalah persoalan kecil. Dari benda kecil itulah kehancuran bisa lahir. Hari ini kita berdiri bukan hanya untuk mengucapkan ikrar, tetapi untuk memastikan bahwa pemasyarakatan benar-benar menjadi tempat pembinaan, bukan tempat berkembangnya pelanggaran,” tegas Wahyu Prasetyo.

Beliau juga menegaskan, bahwa pemasyarakatan harus menjadi simbol harapan dan perubahan, bukan hanya ruang gelap yang dipenuhi berbagai Hal-hal yang tercela. Integritas petugas dan kesadaran warga binaan adalah benteng utama dalam menjaga marwah institusi.

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Lhokseumawe, Werdha Susetyo, menyatakan apresiasinya atas langkah tegas dan terbuka yang dilakukan Lapas Lhokseumawe. Ini adalah bentuk keberanian institusi untuk membersihkan diri dan menunjukkan kepada masyarakat bahwa perang melawan narkoba benar-benar dijalankan.

” Apa yang dilakukan hari ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini bentuk komitmen dan harus dijaga, karena memberantas narkoba membutuhkan keberanian, konsistensi, dan ketegasan,” ujarnya.

Patauan durasi usai apel dan ikrar, petugas langsung mengayunkan langkah sigap tegas langsung diwujudkan melalui razia gabungan kamar hunian warga binaan. Petugas menyisir setiap sudut kamar, membuka setiap celah yang berpotensi diduga menjadi tempat persembunyian Barang-barang terlarang.

Dengan penuh ketelitian KSatu-persatu benda yang atau tempat yang dicurigai digeledah. Ini menandakan bahwa perang terhadap pelanggaran benar-benar dijalankan tanpa pandang bulu.

Tidak hanya warga binaan, petugas pun turut menjalani tes urine. Sebuah pesan kuat disampaikan kepada publik. Komitmen bersih dari narkoba dimulai dari diri sendiri, tidak ada pengecualian, tidak ada perlindungan bagi pelanggaran tersebut.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa perubahan di dalam pemasyarakatan tidak lahir dari slogan semata. Melainkan dari keberanian untuk bertindak dan kesediaan untuk berbenah.

Di balik dinginnya Sel-sel tahanan hari itu tumbuh sebuah harapan, bahwa pemasyarakatan dapat benar-benar menjadi tempat lahirnya perubahan. Tempat di mana integritas dijaga, kepercayaan dipulihkan dan masa depan diperjuangkan.

  • Bagikan