LHOKSEUMAWE – Dalam upaya mendongkrak daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di pasar digital, Dinas Koperasi dan UKM Aceh resmi menggelar Pelatihan Strategi Fotografi dan Videografi bagi Wirausaha Pemula. Kegiatan yang dipusatkan di Kota Lhokseumawe ini berlangsung selama tiga hari, mulai 15 hingga 17 Juni 2026, dengan diikuti oleh 92 pelaku usaha muda dari Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.
Pelatihan ini dirancang khusus untuk memperkuat kapasitas para pelaku usaha pemula dalam memproduksi konten visual yang menarik, kreatif, dan profesional. Kemampuan ini dinilai krusial sebagai pilar utama strategi pemasaran produk di tengah ketatnya persaingan era digitalisasi saat ini.
Acara pembukaan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Salmawati; Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh yang diwakili oleh Reza Ferdian; serta Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Kecil Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Hendra Saputra, selaku Ketua Panitia. Turut hadir pula para narasumber ahli, fasilitator, dan seluruh peserta pelatihan.
Dalam laporan resminya, Ketua Panitia Hendra Saputra menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam merespons cepatnya perkembangan teknologi pemasaran. Melalui bimbingan intensif ini, para wirausaha pemula diharapkan tidak lagi sekadar memotret produk secara asal, melainkan mampu menghasilkan konten visual berkualitas tinggi yang memiliki nilai jual (value) kuat di platform digital.
Apresiasi senada juga datang dari Anggota Komisi III DPRA, Salmawati. Ia meminta para peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian materi secara serius dan aktif, agar ilmu praktis yang didapatkan dari para mentor bisa langsung diimplementasikan ke dalam bisnis masing-masing demi memperluas jangkauan pasar.
“Kesempatan ini hendaknya dimanfaatkan sebaik mungkin oleh seluruh peserta untuk meningkatkan kemampuan dan wawasan di bidang pemasaran digital melalui pembuatan konten visual yang kreatif dan inovatif,” ujar Salmawati dalam sambutannya.
Sementara itu, pelatihan secara resmi dibuka oleh Reza Ferdian yang mewakili Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa penguasaan teknologi digital dan produksi konten visual bukan lagi sekadar opsi, melainkan sebuah keharusan bagi pelaku usaha yang ingin bertahan dan berkembang.
Menurut Reza, fotografi dan videografi pada ekosistem bisnis modern telah bertransformasi dari sekadar alat dokumentasi menjadi instrumen strategis utama untuk membangun citra merek (brand image) serta memikat calon konsumen secara daring. Oleh sebab itu, adaptasi yang cepat terhadap tren visual digital menjadi penentu keberhasilan UMKM.
Melalui investasi edukasi yang berlangsung selama tiga hari tersebut, Dinas Koperasi dan UKM Aceh optimistis akan lahir generasi pelaku usaha muda yang adaptif, kreatif, dan inovatif. Kesiapan kompetensi digital ini diharapkan mampu memberikan kontribusi langsung terhadap akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkokoh fondasi sektor UMKM di Tanah Rencong.
