Durasi, Lhokseumawe – Pelajar sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Lhokseumawe, diwajibkan menyetor 25 vocabulary (vocab) atau kosakata selama mengikuti pendidikan ramadhan 1447 Hijjriah. Para Santriwan-satriwati diinstruksikan harus mampu menguasai pembendaharaan bahasa, baik secara lisan maupun tulisan.
” Mereka (murid-red) wajib setor 25 vocab untuk memperlancar kemampuan berbahasa asing secara baik dan benar. Dengan cara mengubah setiap kata dalam bahasa indonesia menjadi bahasa inggris dan arab, ” kata Kepala MTsN 1 Lhokseumawe, Husni, S.Ag, M.Pd melalui Ketua Pelaksana Proses Belajar Mengajar (PBM) Ramadhan, Nurul Fuadah menjawab durasi, Senin (2/3).
Dewan guru sedang mendengar 25 setoran vocabulary (vocab). Foto : Ist
Nurul menjelaskan, vocab ini sangat penting sebagai alat komunikasi utama dansarana pendukung dalam memahami bahasa, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun akademis. Sehingga, Siswa-siswi disana terampil dan memahami arti kosakata dari tiga bahasa tersebut.
” Proses belajarnya dibagi tiga shift, karena bila dilaksanakan sekaligus takutnya tidak maksimal, karena jumlah pelajar disini mencapai 700-an orang. Jadi, digilir biar merata setiap pekannya,” jelas Nurul.
Ia melanjutkan, pembelajaran ramadhan ini dimulai dengan shalat dhuha berjamaah. Kemudian, kajian islami tentang thaharah atau tata cara bersuci dan sirah nabawiyah yang merupakan sejarah perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW.
” Belajarnya ada dilapangan terbuka dan ada juga yang di lokal kelas Masing-masing. Usai shalat dhuha berjamaah langsung masuk ke ceramah kajian islam, ” ujar Bu Nurul.
Seraya menambahkan, pelajar juga diberikan materi bimbingan kajian tentang tata cara shalat secara benar. Termasuk, praktek shalat jenazah, agar Anak-anak faham serangkaian pelaksanaan ibadah tersebut.
