KUTACANE, ACEH TENGGARA – Badan Komisioner Baitul Mal Aceh (BMA) merealisasikan penyaluran bantuan konsumtif kepada 30 warga mualaf baru di Kabupaten Aceh Tenggara. Kegiatan yang dibalut dalam agenda “Pelaksanaan Kegiatan Pengarahan dan Penyaluran Mustahiq Penerima Bantuan Mualaf Baru Tahun 2026” ini berlangsung khidmat di Kutacane, Aceh Tenggara, Kamis (11/6/2026).
Komisioner Baitul Mal Aceh, Tgk. Junaidi, menyampaikan bahwa kehadiran BMA ke Aceh Tenggara ini bertujuan untuk melakukan verifikasi langsung sekaligus memastikan hak para mualaf terpenuhi dengan baik.
“Kami datang langsung untuk memverifikasi data lapangan. Alhamdulillah, setelah dokumen dipelajari, terdapat 30 orang mualaf untuk tahun 2026 yang terkategori membutuhkan bantuan akibat keterbatasan ekonomi. Insyaallah, kami berkomitmen untuk terus membantu,” ujar Tgk. Junaidi yang juga Ketua BKM Masjid Agung Bujang Salim.
Ia menambahkan, program bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian Pemerintah Aceh, sesuai dengan cita-cita Gubernur Aceh, untuk terus mendampingi para mualaf agar dapat mandiri dan tangguh dalam menjalankan kehidupan barunya sebagai seorang muslim. Ke depan, BMA merencanakan adanya program pemberdayaan ekonomi produktif, seperti pemberian modal usaha agar para mualaf bisa lebih berdaya secara finansial.
Dukungan Parlemen dan Rencana Pembangunan ‘Mualaf Center’
Kegiatan ini turut dihadiri dan mendapat apresiasi penuh dari Anggota DPRA Komisi VII, Yahdi Hasan Ramud.
Dalam penyampaiannya, Yahdi mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Aceh dan Baitul Mal Aceh atas perhatian besar yang diberikan kepada saudara-saudara mualaf di wilayah Aceh Tenggara.
“Kepedulian Pemerintah Aceh terhadap mualaf di sini sangat luar biasa. Sebagai anggota DPRA, saya senantiasa menyuarakan hal ini di parlemen,” kata Yahdi Hasan.
Lebih lanjut, Yahdi membocorkan rencana strategis jangka panjang bagi pembinaan keagamaan di wilayah tersebut. Pihaknya bersama komisioner BMA memiliki komitmen untuk mendirikan Mualaf Center di Aceh Tenggara. Fasilitas ini nantinya akan difungsikan sebagai pusat pendidikan keagamaan terpadu untuk membimbing para mualaf yang baru memeluk agama Islam.
Sinergi Pembinaan Akidah dan Syariat
Senada dengan hal tersebut, Ketua Baitul Mal Aceh Tenggara, Dr. Sofian Husni Salam, membenarkan bahwa bantuan konsumtif senilai Rp3.000.000 per mualaf ini akan langsung ditransfer ke rekening masing-masing penerima manfaat.
Dr. Sofian menekankan bahwa sinergi ini tidak akan berhenti pada pemberian bantuan dana saja. “Kerja sama ini akan terus berkelanjutan, baik dalam pembinaan akidah, syariat, akhlak, hingga penguatan bidang ekonomi.
Keberadaan rencana pembangunan Mualaf Center tentu sangat kita harapkan agar pembinaan mualaf di lapangan dapat berjalan lebih terarah dan tepat sasaran,” pungkasnya.
Acara kemudian diakhiri dengan sesi doa bersama serta foto bersama antara jajaran Baitul Mal Aceh, Baitul Mal Aceh Tenggara, perwakilan DPRA, dan seluruh warga mualaf penerima bantuan.
