ACEH – Harbour Energy menyerahkan rangkaian Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) tahun 2025 di Aceh. Kegiatan serah terima dilaksanakan dalam dua lokasi, diawali di Hotel Diana, Kota Lhokseumawe, untuk tujuh program lintas sektor, dan dilanjutkan di Desa Lhok Kuyun, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, untuk peresmian Program Pembangunan Gedung PAUD.
Di Hotel Diana, program yang diserahkan mencakup sektor pendidikan, kesehatan, energi terjangkau, sosial, dan lingkungan. Inisiatif tersebut dalam sektor Pendidikan meliputi Program Renovasi SD Negeri 7 Paya Bakong, Pengembangan Fasilitas Perpustakaan Kecamatan Nisam, serta pelaksanaan Beasiswa Energi untuk Bangsa yang menjangkau 47 mahasiswa dari wilayah Aceh.
Di sektor kesehatan, Program Edukasi Masyarakat dan Kemah Kepemimpinan turut dilaksanakan, termasuk aksi bersih pantai yang melibatkan puluhan peserta.
Upaya peningkatan akses energi diwujudkan melalui Program Pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum Berbasis Panel Surya sebanyak 21 titik di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Bireuen.
Sementara itu, dukungan terhadap kelompok rentan diberikan melalui Program Penguatan Sosial Lansia di dua lembaga kesejahteraan sosial, dengan penyediaan alat bantu mobilitas, perlengkapan perawatan diri, serta sarana pendukung kenyamanan. Di sisi lain, Program Reforestasi Mangrove di Desa Puuk menghadirkan upaya pelestarian lingkungan pesisir melalui penanaman 5.000 bibit mangrove dengan keterlibatan aktif masyarakat.
Mewakili Kepala SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), C. W. Wicaksono, Analis Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Sumbagut, Muhammad Arif Salsabil, menyampaikan, “Yang kami lihat di lapangan, kebutuhan tiap wilayah itu berbeda-beda.
Program-program seperti ini penting karena disesuaikan dengan kondisi tersebut, sehingga manfaatnya lebih tepat sasaran dan bisa langsung digunakan oleh masyarakat.”
Sementara itu, Kepala Divisi Hubungan Formalitas dan Internal BPMA, Ilham M. Amin, yang mewakili Kepala BPMA Nasri Djalal, mengatakan, “Yang menarik dari program ini adalah bagaimana masyarakat ikut terlibat, bukan hanya sebagai penerima. Dengan begitu, fasilitas dan kegiatan yang sudah berjalan punya peluang lebih besar untuk terus dimanfaatkan ke depannya.”
Pelaksanaan beberapa program tersebut sempat ada yang mengalami penyesuaian jadwal atau hambatan pelaksanaan seiring dengan kondisi banjir yang melanda sejumlah wilayah Aceh pada November 2025 lalu. Meski demikian, seluruh rangkaian kegiatan tetap dapat diselesaikan melalui koordinasi yang erat antara para pihak yang terlibat.
Medianestrian, Communications & Government Relations Senior Manager Harbour Energy, menyampaikan bahwa proses pelaksanaan program tidak terlepas dari dinamika di lapangan, namun keterlibatan berbagai pihak menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan.“Dalam pelaksanaannya tentu ada tantangan, termasuk kondisi yang sempat terjadi di akhir tahun lalu.
Tapi justru dari situ terlihat bagaimana kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan mitra pelaksana bisa berjalan dan saling mendukung,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan di Desa Lhok Kuyun, Kecamatan Sawang, dengan serah terima Program Pembangunan Gedung PAUD yang menjadi salah satu fokus program di sektor pendidikan dasar.
Fasilitas ini dilengkapi ruang belajar, area bermain, serta sarana pendukung yang diharapkan dapat menunjang proses belajar anak usia dini di desa tersebut. Kehadiran PAUD ini disambut positif oleh masyarakat, yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap fasilitas pendidikan anak usia dini yang memadai.
Salah seorang perwakilan masyarakat setempat menyampaikan bahwa keberadaan gedung PAUD tersebut memberikan harapan baru bagi anak-anak di desa. Fasilitas yang lebih layak dinilai dapat mendorong semangat belajar sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi orang tua.
Andri Kristianto, Community Investment Manager Harbour Energy, menyampaikan bahwa setiap program yang dijalankan membawa pengalaman tersendiri di lapangan.
“Ada banyak proses yang kami lewati bersama masyarakat. Dari diskusi awal sampai akhirnya fasilitas ini bisa digunakan, semuanya memberi gambaran bagaimana kebutuhan di lapangan itu benar-benar beragam dan perlu didekati dengan cara yang berbeda,” ungkap Andri, Rabu (1/4/2026).
Rangkaian program PPM 2025 ini memperlihatkan bagaimana berbagai inisiatif yang dijalankan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan pelaksanaannya.
