ACEH BESAR — Swarna Community, Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A), dan Komunitas Sedekah Indahnya Berbagi berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan EduFun: “Baca, Main, dan Berbagi!” di Rumah Baca Lentera Habibi, Gampong Lamteh, Aceh Besar, Jumat (10/7/2026).
Kegiatan yang diikuti 15 anak dan didampingi 15 sukarelawan (volunteer) ini memadukan aktivitas membaca, bermain, berdiskusi, dan berbagi. Gerakan ini diinisiasi sebagai solusi nyata guna menumbuhkan minat literasi sekaligus memperkuat kemampuan komunikasi dan interaksi sosial anak di tengah kepungan gawai digital.
Perwakilan dari Swarna Community, Cut Nafisha Afzaniyaz, menegaskan bahwa literasi tidak hanya dibangun melalui kebiasaan membaca yang kaku, melainkan lewat ruang belajar yang interaktif.
“Literasi juga dibangun melalui ruang belajar yang membuat anak merasa senang untuk berinteraksi, berdiskusi, dan bekerja sama. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menghadirkan lebih banyak kegiatan edukatif yang dekat dengan kebutuhan anak-anak,” ujar Cut Nafisha.
Rangkaian kegiatan dikemas interaktif melalui sesi ice breaking, Story Circle, diskusi kelompok, Story Sequence Challenge, Story Sharing, penyerahan donasi buku, hingga membaca bersama. Menggunakan kisah-kisah teladan Rasulullah, para peserta diajak memahami pesan moral, menyusun kembali alur cerita, serta menceritakannya kembali menggunakan bahasa sendiri.
Dalam kolaborasi ini, ketiga komunitas berbagi peran secara sinergis. Siti Nabila dari Swarna Community bertindak sebagai pemandu acara (MC). Komunitas Sedekah Indahnya Berbagi memfasilitasi sesi ice breaking sekaligus menyerahkan donasi buku untuk menambah koleksi Rumah Baca Lentera Habibi. Sementara itu, GEN-A menerjunkan para volunteer untuk mendampingi setiap kelompok anak secara intensif.
Nabila Ramadhania, salah seorang volunteer, mengaku mendapat pengalaman berharga karena dapat berinteraksi langsung melalui metode belajar yang menyenangkan.
“Momen paling berkesan bagi saya adalah saat menyusun cerita dan gambar bersama adik-adik. Kami bisa banyak berdiskusi dan melihat mereka sangat antusias. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan di masa mendatang,” ungkap Nabila melalui keterangan pers, Sabtu (11/7).
Antusiasme serupa juga dipancarkan oleh salah satu peserta, Cahaya. “Acaranya seru, Kak. Kami mau main lagi. Kapan kakak-kakak datang lagi? Nanti Cahaya pasti datang,” tuturnya ceria.
Melalui pendekatan ini, anak-anak tidak hanya dilatih keberanian berbicara di depan umum, tetapi juga diasah kemampuan berpikir logis, kerja sama, serta penanaman karakter positif seperti kejujuran, kesabaran, amanah, dan kepedulian.
Di sisi lain, edukasi ini juga menyelipkan pesan bagi para orang tua bahwa menumbuhkan minat baca bisa dimulai dari rumah lewat hal sederhana, seperti membiasakan anak membaca 15–20 menit sehari dan mendampingi mereka mendiskusikan isi bacaan.
Melalui program EduFun, ketiga komunitas bersama Rumah Baca Lentera Habibi berharap kolaborasi ini menjadi pemantik dalam memperluas gerakan literasi berbasis komunitas di seluruh wilayah Aceh.
