Durasi, Aceh Utara – Presiden RI, Prabowo Subianto, meresmikan Bendungan Krueng Keureutoe bertempat di Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, Jum’at (10/7). Peresmian tempat penampungan air itu dilakukan secara virtual serentak bersamaan dengan empat bendungan lain, yaitu Rukoh di Pidie, Sidan Bali, Jlantah Karanganyar, dan Meninting Nusa Tenggara Barat (NTB).
Prabowo mengatakan, pembangunan lima Proyek Strategis Nasional (PSN) itu menelan biaya mencapai Rp9,97 Triliyun. Pemerintah menargetkan akan menghasilkan 1 juta ton beras pada musim tanam kali ini.
” Dengan benih dan teknologi yang terbaik tentu hasil panen akan meningkat. Inilah yang Kita harapkan kedepannya bisa terwujud, ” ucap Prabowo dalam sambutannya disela-sela penekanan tombol alarm diresmikannya bendungan serentak di Meninting NTB.
” Pastikan air sampai kepada petani. Saya yakin Indonesia bisa jadi lumbung pangan dunia nantinya, ” pesan Presiden dengan nada optimis.
Dalam acara itu hadir Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil alias Ayah WA didampingi Kadis PUPR, Jafar, Kejari, Kapolres, dan tamu undangan beserta masyarakat setempat. Serangkaian kegiatan itu berlangsung meriah turut dihadiri pelajar asal Kecamatan Paya Bakong.
Untuk Pembangunan Bendungan Krueng Keureuto di Kabupaten Aceh Utara menelan total biaya sekitar Rp 2,96 triliun melalui pendanaan APBN. Proyek Strategis Nasional ini memiliki kapasitas tampung 215,94 juta meter kubik dan berfungsi sebagai pengendali banjir, pembangkit listrik, serta penyedia irigasi.
Tempat penampungan ini merupakan yang terbesar kedua se-Sumatera setelah Bendungan Batu Tegi di Provinsi Lampung. Krueng Keureutoe mulai dibangun sejak tahun 2015 memiliki tipe zonal inti tegak dengan luas genangan 896,39 Hektare areal dan setinggi 74 Meter.
Waduk ini memiliki layanan air baku 650 liter/detik yang tersebar di 5 kecamatan, yaitu Paya Bakong, Tanah Luas, Pirak Timu, Matangkuli, dan Lhoksukon. Denga layanan irigasi seluas 14.695 Ha.
Bendungan ini mampu mereduksi banjir langganan yang melanda 3 kecamatan, meliputi Lhoksukon, Matangkuli dan Pirak Timu. Termasuk, manfaatnya juga berfungsi sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan volume 6,34 Mega Watt dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 179,28 MW.
Bendungan Krueng Keureutoe berada di bawah naungan Satker Bendungan pada Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I. Balai ini merupakan unit pelaksana teknis di lingkungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PUPR.
