Durasi, Lhokseumawe – Petani keramba diminta untuk segera mengosongkan reservoir Pusong, Kota Lhokseumawe, dalam waktu dekat ini. Menyusul dioperasionalkannya alat berat, jenis eskavator yang melakukan pengerukan sedimentasi atau endapan lumpur diarea setempat.
” Beko sedang beroperasi membersihkan sendimentasi, karena memang sudah dangkal sekali. Sehingga, nantinya waduk ini bisa kembali berfungsi untuk pengendalian banjir, ” kata Kepala Bidang Pengairan Dinas Pekerkaan Umum dan Permukiman Rakyat (PUPR) Lhokseumawe, T. Syahrial kepada durasi, Senin (30/3).
Menurut Dia, dengan cepatnya proses relokasi ketempat yang baru tentu akan memudahkan operasional alat berat membersihkan area wisata air tersebut. Terlebih, Pemko sudah menyediakan tempat khusus bagi masyarakat tani untuk tetap dapat beraktivitas budidaya ikan disana.
Hal yang sama dikatakan Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Lhokseumawe, AKP Dr. Bustani, S.H, M.H, M.S.M, M.Si, M.I.K, bahwa pihaknya terus melakukan upaya persuasif dan soft komunikatif dengan pemilik keramba. Pemindahan itu harusdilakukan, supaya tidak mengganggu aktivitas pengerukan endapan lumpur dan pasir yang menyebabkan kedangkalan di waduk.
” Petani keramba itu keluarga dan sahabat Kita juga, Kita berharap beberapa lagi yang tersisa ini bisa sesegera mungkin direlokasi ke tempat yang baru. Kita bilang ke mereka (petani keramba-red) kalau umpamanya gak sempat diangkat barangnya siang, bisa juga dilakukan pada malam hari. Intinya lokasi didalam waduk harus dikosongkan, ” harapnya.
