hit counter

Dari Sarang Narkoba, Piring Situek Terbang Ke Kota Besar Sampai Negri Jiran

  • Bagikan
Rully Xabian alias Dr. Lee, memamerkan kerajinan tangan piring situek. Ist

” Hari-hari Kami disini ya beraktifitas mengumpul situek. Kalau pelepahnya enggak ada pastinya Kami gigit jari, enggak punya uang ”

Durasi, Lhokseumawe – Suara bising klakson kendaraan yang berlalu-lalang dalam laju sedang dan kencang terdengar saling Bersahut-sahutan. Sapaan akrab dari perbukitan yang terjal, curam dan berbahaya itu bak selebrasi parade konvoi Iring-iringan suporter bola yang superior biasanya melakukan selebrasi mengelilingi perkotaan.

Akan tetapi, kali ini situasinya berbeda, karena fenomena ini hanya ada terjadi diperkampungan Gampong Keude Sawang, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Untuk bisa sampai kesana tentu pengendara harus menempuh perjalanan selama 47 menit dan jarak sekitar 31,3 Kilometer dari arah bagian utara Kota Lhokserumawe.

Disalah-satu persimpangan jalan dan selokan parit yang dipenuhi semak-belukar, terlihat berdiri sebuah sepeda motor tua butut, berwarna hitam, yang terkesan tak karuan ditumpangi oleh Rahmat (17), seorang pemuda bertubuh gempal yang kini berstatus putus sekolah.

Rahmat, yang masih belia harus memupus impian dan masa depannya dibangku sekolah sejak dini. Ia, sekarang beralih menjadi joki freelance (pekerja lepas) pengumpul pelepah yang handal disana pasca berstatus putus sekolah.

Model piring situek. Ist

Limbah ramah lingkungan itu didaurnya ke pabrik pembuatan piring situek UMKM Gampong Keude Sawang. Setelah banyak dijumpai terbuang Sia-sia percuma berserakan dan dipungut dari perkebunan setempat.

Pelepah daun pinang juga sering disebut upih pinang adalah bagian dari pelepah pohon pinang (areca catechu) yang gugur secara alami. Material ini memiliki struktur berserat kuat (hard material) dan kini banyak dimanfaatkan sebagai produk bernilai ekonomis serta ramah lingkungan.

Rahmat mengaku, senang bisa mendulang rupiah kendati menyandang predikat sebagai pendatang baru, sebab usianya yang masih begitu belia. Remaja desa terpencil ini tampak bersemangat dengan tekad bulat ingin membantu keluarganya yang kesulitan ekonomi.

” Hari-hari Kami disini ya tentu beraktifitas mengumpul situek. Kalau pelepahnya enggak ada pastinya Kami gigit jari, enggak punya uang, ” sebut Rahmat dengan nada polos saat ditemui durasi, Kamis Siang (29/10).

” Sekarang Saya jeda dulu sebentar sekolahnya, mengingat untuk kebutuhan makan Sehari-hari terkadang memang sulit. Nanti, setelah terkumpul uang dari daun pinang, mungkin Saya akan berkumpul kembali dengan Rekan-rekan dibangku Sekolah Menengah Atas (SMA), ” ucap lagi.

Beranekaragam produk piring situek. Ist

Kering dan Basah Ditampung

Dari kejauhan muncul sebuah mobil pick-up yang bergerak lamban dan kebetulan berhenti berteduh sejenak disana. Sambil meneguk air mineral kemasan yang bening seorang pengumpul lain, Yasir Makata alias Bang Yasir (49), memarkikan armadanya.

Bang Yasir menuturkan, selama 8 bulan terakhir dirinya tekun menggeluti bisnis sebagai pengumpul pelepah pinang. Sampah tak bernilai itu mengantarkannya ke puncak sebagai salah-satu pemasok andalan pabrik pengolahan piring situek.

” Setiap hari mobil ini keliling kampung, begitu barang penuh langsung tancap gas ke pabrik. Mau pelepahnya basah maupun kering diborong semua, ” tutur Bang Yasir dengan senyuman dan tawa tipisnya.

Untuk pelepah yang basah dijual senilai Rp2.500 per Kilogram. Sebaliknya, situek kering dihargai mencapai Rp3.000 perkilo.

Bocah pengumpul situek. Ist

Jajan Tambahan

Kehadiran geliat perenomian ini ikut dirasakan warga dari berbagai kalangan disana. Buktinya, seorang perempuan paruh baya dan bocah miskin pelosok terpencil Nek Blang (58) dan Muhammad (10).

Keduanya mengungkapkan, kebagian yang tak bisa diucapkan dengan Kata-kata setelah berhasil mendulang Pundi-pundi rupiah. Asalkan, rajin memilih dan memilah pelepah pinang yang terbuang dikebun warga.

” Biasanya Kami mengumpulkan lidi daun kelapa. Tapi, semenjak beraktifitasnya pabrik piring situek omzet tambahan meningkat, baik untuk keperluan Sehari-hari maupun jajan Anak-anak kesekolah, ” ucap Nek Blang yang diamini Muhammad.

Para srikandi dibekas tanah konflik disana ikut kecipratan merogoh gocek yang terbilang lumayan besar. Ketimbang harus menganggur dirumah atau bercocok tanam diladang bersama keluarganya.

” Biasanya dirumah bantuin orang tua saja, gak ada kerjaan sama sekali. Nah, sekarang kondisinya berbeda lantaran sudah dibuka penampungan upih pinang, saatnya Kita berkarya, ” ujar tiga perempuan yang merupakan pekerja di UMKM Piring Situek Keude Sawang, Naura, Yuli dan Izlina.

Ketiganya tak menyangka bisa trampil menjadi ahli anyaman pembuatan piring situek. Dimana, hasil kerajinan ini terbang tinggi ke Kota-kota besar di Pulau Sumatera, Jawa, Jakarta, Bali, Kalimantan, hingga Papua. Tak terkecuali, Sampai-sampai menembus ke Negri Jiran Malaysia.

Mako piring situek.com. Ist

Bangkit Dari Bencana

Kiprah piring situek yang kesohor seantero jagat penjuru tanah tanah air hingga mancanegara tidak terlepas dari tangan dingin DR. Lee atau bernama lengkap Rully Xabian. Dia, merupakan seorang content creator atau kreator digital asal Aceh Utara yang dikenal sebagai ” Duta Piring Situek ” yang juga sekaligus pendiri situek.com.

Ia, viral berkat inisiatifnya mempromosikan dan memproduksi pingan situek. Sebuah inovasi dan kreatifitas anak bangsa melalui produk ramah lingkungannya, berupa piring tradisional yang terbuat dari limbah pelepah pohon pinang.

Ini semuanya dari kejelian insting dan naluri seorang Rully, yang mana kala itu melihat ada dua unit mesin press cetak piring pelepah pinang yang terbengkalai dibalai desa. Dari sana kegigihan eks-mantri sunat terkenal dikampung itu berbuah hasil sebagai penopang utama urat nadi ekonomi lokal.

” Mula-mulanya mesin yang terbengkalai itu bantuan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Lhokseumawe, dengan tujuan alih profesi bagi warga yang biasanya menanam ganja untuk menjadi pengumpul pelepah pinang di awal 2025 silam. Meski sempat terlantar rusak diterjang banjir, dengan tujuan luhur membantu ekonomi warga sekatrang sudah bangkit dari bencana sejak Februari lalu, ” jelasnya.

Bahkan, pihak BNN sempat mengucapkan terimakasih atas berfungsinya kembali pengolahan piring ramah lingkungan tersebut. Mereka, salut dengan semnagat juang sang maestro yang mahir menyulap kembali pabrik olahan dari sarang narkoba.

Mengingat, dibalik kebun dan lereng yang tinggi tumbuh subur tanaman yang memabukkan, jenis ganja. Walaupun, sudah berulang-ulang kali dilakukan pemusnahan oleh aparat penegak hukum, ladang ganja tetap dijumpai disana, mulai Polres Lhokseumawe, Polres Aceh Utara, Polda Aceh, BNN hingga tim Mabes Polri.

Solusi Lingkungan

Menjemur situek. Ist

Piring organik ini hadir sebagai alternatif pengganti piring plastik atau styrofoam karena 100 persen alami dan bebas bahan kimia. Benda inipun bersifat lunak dapat terurai kembali dengan tanah setelah tidak digunakan oleh penggunanya.

” Pengumpulnya dari berbagai kalangan, mulai dewasa, remaja sampai Anak-anak. Ada yang digendong menggunakan karung sebarat 10-20 kilo, ada juga pengumpul yang mengangkut dengan kendaraan roda dua sampai 40 kilo dan mobil angkutan pick-up sampai 400-500 kilo, ” lugasnya.

Sementara untuk sistem pemasaran dilakukan secara online dengan layanan melalui situs shopee seharga Rp40 ribu perlusin maupun offline dengan harga Rp30-35 ribu perlusin.

Bentuknya menyerupai piring cekung atau wadah makan bundar dengan tekstur alami khas serat pelepah pinang. Dengan tampilan menarik dan mengkilap yang menyilaukan mata siapapun yang memandangnya.

Muatan penuh. Ist

Pemda dan Perbankan

Produk yang senantiasa menjunjung tinggi Nilai-nilai kearifan ekonomi masyarakat lokal ini sudah selayaknya menjadi prioritas utama. Pengembangan piring situek ini tergantung dari kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara, Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan kalangan dunia perbankan.

Terutama, dengan bantuan yang lebih memadai, guna meningkatkan hasil produksi demi kesejahteraan pekerja yang notabene adalah masyarakat penduduk setempat. Termasuk, mengadakan pelatihan dan peningkatan ketrampilan UMKM demi menhadapi daya saing dipasar luas nasional dan internasional.

” Saat pelatihan dan event besar Milad Samudera Pase Kami memang diajak bergabung ke pameran. Tapi, Kami juga kepinginnya setiap intansi pemerintahan juga ikut membeli dan memasarkan hasil produk ramah lingkungan tersebut, ” harapnya.

Kemudian, untuk perbankan dapat diupayakan bantuan peningkatan sarana produksi, agar dapat menjamin kebutuhan permintaan konsumen yang terus mengalami peningkatan tinggi. Terutama juga dalam memberikan kemudahan kredit yang menguntungkan UMKM lokal kedepan.

” Kalau ada bantuan yang memadai tentu jumlah karyawan yang bekerja akan bertambah banyak. Dan, mohon mudahkan kredit untuk Kami, supaya menjadi urat nadi penopang ekonomi kretif dari pedalaman, ” pintanya.

Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Aceh Utara, Kusairi, mengapresiasi hasil kreatifitas pengrajin anyaman pelepah pinang Sawang. Ia, berjanji akan mengupayakan segala cara untuk membantu UMKM disana.

” Kita lihat nanti apa saja yang memang butuh disana, Kita akan sport untuk membantu biar tumbuh sukses UMKM-nya menjadi lebih besar. Dan, ini menjadi agenda Pekerjaan Rumah (PR) Kita nantinya, ” komit Kusairi.

Selain piring, sebut Dia, pelepah pinang juga dapat dimanfaatkan untuk turunan beragam produk lain. Misalkan, memproduksi tas, gelas, wadah atau sebagainya.

Ia, optimis kerajinan tangan ini akan berkembang pesat dan dilirik Perusahaan-perusahaan besar, karena menggiurkan dan menjanjikan. Terlebih, alam bumi tanah Pase subur akan tanaman pinang yang membentang sepanjang jalan.

Dikunjungi mahasiswa dan aktivis lingkungan. Ist

BI Bergerak

Sepak terjang ekonomi kreatif piring situek tercium oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe. Mereka, bergerak cepat membantu mesin press dan potong tambahan yang modern dengan style kekinian bagi Kelompok Usaha Perhutanan Sosial Lestari Indah di Gampong Panton Bili, Kecamatan Pandrah, Kabupaten Bireun.

Utusan perwakilan BI Lhokseumawe, berhasil membuat warga disana sumringah ketika membuka program impactful untuk menginspirasi pelaku UMKM. Bantuan itu diserahkan langsung secara seimbolis oleh Wakil Bupati Bireun, H. Razuardi didampingi Ketua TP-PKK, Sadriah, Disperindagkop dan UKM, beserta unsur terkait lainnya.

Dengan adanya bantuan mesin press tambahan dari BI tentu akan meningkatkan hasil produksi, guna memenuhi permitaan pasar yang terus meningkat. Khususnya, untuk keperluan kenduri, acara adat, pameran kedinasan, kuliner, perhotelan, dan beberapa sektor lainnya.

Dengan demikian kehadiran dunia perbankan dalam mendongkrak pelaku dunia usaha lokal tentu sangat dibutuhkan. Akankah, UMKM Piring Situek Sawang di Aceh Utara, masuk dalam skala prioritas program BI. Kita tunggu dan nantikan saja aksinya!

  • Bagikan