Pidie – Pemkab Pidie melalui Dinas Kesehatan dalam rangka melindungi dan mencegah risiko penularan campak terhadap tenaga kesehatan melaksanakan kegiatan Kick Off Imunisasi Campak Rubella (MR) di RSUD Tgk. Chik Ditiro Sigli, Rabu (20/05/2026).
Pelaksanaan imunisasi MR secara simbolis dilakukan kepada perwakilan tenaga medis dan tenaga kesehatan yang bekerja di RSUD TCD Sigli dan didampingi langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pidie Drs. SAMSUL AZHAR sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap upaya perlindungan tenaga kesehatan.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/C/1837/2026 tentang pemberian imunisasi Campak Rubella (MR) bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit pemerintah serta dokter internship.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie, Dwi Wijaya mengatakan pelaksanaan imunisasi MR ini dilakukan sebagai langkah perlindungan bagi tenaga kesehatan yang memiliki risiko tinggi terpapar campak saat memberikan pelayanan di fasilitas kesehatan.
“kegiatan ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung keselamatan tenaga kesehatan sekaligus mencegah terjadinya penularan di fasilitas pelayanan kesehatan,” kata Dwi Wijaya.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga minggu ke-13 pada tahun 2026 tercatat sebanyak 16.567 kasus campak di Indonesia dan 8,4% di antaranya terjadi pada usia di atas 16 tahun, termasuk tenaga medis dan tenaga kesehatan.
“Tenaga kesehatan merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, perlindungan melalui imunisasi MR sangat penting untuk menjaga keselamatan petugas serta mencegah penyebaran penyakit di lingkungan rumah sakit,” kata Dwi.
Sementara untuk imunisasi diberikan sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan, yakni tergantung riwayat masing-masing tenaga kesehatan, jika campak dua dosis tidak perlu diberikan imunisasi ulang, jika riwayatnya hanya satu dosis diberikan tambahan satu dosis lagi dan jika belum pernah imunisasi diberikan dua dosis dengan interval minimal 28 hari.
Selain pelaksanaan imunisasi, kegiatan ini juga menjadi momentum penguatan koordinasi antara rumah sakit, puskesmas, dan dinas kesehatan dalam pelaksanaan pencatatan, pelaporan, surveilans Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), serta penguatan kewaspadaan terhadap peningkatan kasus campak.
“Melalui kegiatan Kick Off ini diharapkan seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatan di Kabupaten Pidie dapat terlindungi dari penyakit campak rubella sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan optimal, aman, dan berkualitas,” kata Dwi Wijaya.
