MEDAN — Ketua Kadin Kota Medan sekaligus Bendahara DPD IKAL Lemhannas Sumatera Utara, Arman Chandra, menerima penyerahan buku berjudul Aceh & Ujian Ketahanan Nasional dari Sekretaris Umum DPD IKAL Lemhannas Aceh, Dr. Yusri Kasim, di Medan, Rabu (12/8/2026).
Sekretaris Umum DPD IKAL Lemhannas Aceh, Dr. Yusri Kasim, menjelaskan bahwa penyusunan buku ini diharapkan mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi sosial masyarakat Aceh pascakonflik. Informasi tersebut menjadi acuan penting bagi para pelaku usaha, khususnya anggota Kadin Medan yang berencana menanamkan investasi di Aceh.
Arman Chandra mengapresiasi penerbitan karya tersebut. Menurutnya, pemikiran yang tertuang dalam buku ini terasa kian relevan menjelang peringatan Hari Damai Aceh pada 15 Agustus 2026.
“Buku karya Dr. Yusri Kasim ini bukan sekadar catatan perjalanan Aceh, melainkan ajakan untuk melihat keterkaitan erat antara perdamaian, ketahanan nasional, dan pembangunan ekonomi,” ujar Arman.
Ia menegaskan bahwa perdamaian Aceh merupakan aset bangsa yang harus dirawat dan diwariskan melalui pembangunan inklusif serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Ketahanan nasional tidak hanya berfokus pada dimensi pertahanan dan keamanan, tetapi juga mencakup aspek ekonomi, sosial, budaya, dan keberlanjutan hidup bermasyarakat yang damai,” tambahnya.
Lebih lanjut, Arman menilai stabilitas daerah menjadi kunci utama dalam mendorong iklim investasi dan pertumbuhan dunia usaha. Kondisi yang kondusif akan meningkatkan kepercayaan investor, menggerakkan roda perdagangan, serta membuka lapangan kerja baru.
“Bagi dunia usaha, stabilitas adalah fondasi. Ketika daerah aman, kepercayaan investor tumbuh dan perekonomian bergerak lebih cepat. Menjaga perdamaian Aceh secara langsung membuka peluang kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Arman berharap buku Aceh & Ujian Ketahanan Nasional dapat menjadi referensi serta bahan diskusi bagi akademisi, generasi muda, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan.
“Momentum Hari Damai Aceh harus dimanfaatkan untuk menatap masa depan. Perdamaian harus menghasilkan kesejahteraan, dan kesejahteraan itulah yang memperkokoh ketahanan nasional,” tutupnya.
