Durasi, Lhokseumawe – Pemko Lhokseumawe meminta, Perumda Tirta Pase Aceh Utara untuk menyampaikan data keseluruhan jumlah pelanggan yang mengalami pemutusan air bersih. Data tersebut sangat penting supaya dapat segera dikirimkan ke PT. Toya Perdana.
” Sampai sekarang belum dikirim jumlah pelanggan yang diputuskan Sambungan Rumah (SR). Jadi, Kita mau lihat berapa pelanggan yang masih aktif atau menunggaknya. Jangan-jangan angkanya bukan lagi 1.500-an, ” jelas Sekda Lhokseumawe, A. Haris saat dikonfirmasi durasi bertempat dihalaman Kantor Walikota setempat, Jum’at Siang (2/10).
Pihaknya juga, belum mengetahui penyebab persisnya penghentian air bersih tersebut oleh Tirta Pase. Apakah, dihentikan sementara atau permanen.
” Kalo dihentikan sementara tentu masyarakat Kita masih menunggu. Tapi, kalau dibilang terhenti permanen tentu Kita akan cari solusinya, ” ujar Haris.
Sebelumnya, Pemko berencana akan mengerahkan PT. Toya Perdana Lhokseumawe yang dikenal Aceh Water perusahaan patungan Ciputra Group itu untuk melayani air bersih bagi 1.500 Rumah Tangga (RT) di Kecamatan Banda Sakti. Menyusul, terhentinya suplai oleh Perumda Tirta Pase.
HMC Departemen Head PT. Toya Perdana Lhokseumawe, Yusuf Iman juga menyampaikan, pihaknya masih menunggu data keseluruhan jumlah pelanggan yang diputuskan suplai oleh Perumda Tirta Pase Aceh Utara. Hal ini sesuai hasil kesepakatan Toya dengan Pemko setempat.
Krisis air di Kecamatan Banda Sakti yang merupakan ibukota Lhokseumawe itu sudah berlangsung selama 8 hari.
