97 Motor Operasional untuk Imum Mukim, Pemkab Pidie Perkuat Lembaga Adat

  • Bagikan

SIGLI — Pemerintah Kabupaten Pidie memperkuat peran lembaga mukim sebagai bagian penting dari pemerintahan dan tatanan adat Aceh. Komitmen itu ditandai dengan penyerahan 97 unit sepeda motor operasional Honda Vario 160 CBSkepada para Imum Mukim se-Kabupaten Pidie.

Penyerahan kendaraan tersebut dilakukan Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, M.H., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kabupaten Pidie di Halaman Tengah Kantor Bupati Pidie, Rabu (19/8/2026).

Sebelum penyerahan, Bupati Sarjani membuka Rapat Koordinasi Mukim se-Kabupaten Pidie di Oproom Kantor Bupati. Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi pemerintah daerah bersama para Imum Mukim untuk memperkuat fungsi mukim dalam pelayanan, pembinaan masyarakat, penyelesaian persoalan adat, serta menjaga ketertiban di wilayah masing-masing.

Dalam sambutannya, Sarjani menegaskan mukim bukan sekadar struktur administratif, melainkan bagian penting dari tata kehidupan masyarakat Aceh.

“Imum Mukim memiliki peran strategis dalam menjaga keharmonisan dan ketertiban masyarakat, termasuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan melalui mekanisme adat,” kata Sarjani.

Menurut dia, penguatan kelembagaan mukim membutuhkan dukungan nyata dari pemerintah. Karena itu, Pemkab Pidie tidak hanya memberikan honor, tetapi juga bantuan operasional untuk menunjang pelaksanaan tugas para Imum Mukim.

Penyerahan 97 kendaraan operasional tersebut dilakukan secara simbolis kepada perwakilan Imum Mukim davri sejumlah kecamatan. Kendaraan diserahkan dalam kondisi lengkap dan baik untuk digunakan menunjang mobilitas dalam menjalankan tugas pelayanan, koordinasi, dan pembinaan masyarakat.

Wakil Bupati Pidie Alzaizi mengatakan penguatan mukim merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga kekhususan Aceh sekaligus memastikan nilai-nilai adat tetap memiliki ruang dalam kehidupan masyarakat.

“Bupati Pidie sangat serius dalam menjaga dan memperlihatkan kekhususan Aceh, termasuk memperkuat keberadaan dan peran lembaga adat serta mukim,” ujar Alzaizi.

Ia mengatakan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Pidie tidak boleh berhenti di tingkat kabupaten, tetapi harus dirasakan hingga gampong dan sekolah. Salah satunya melalui program Satu Hari Satu Ayat yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk para Imum Mukim.

Karena itu, Alzaizi meminta para Imum Mukim tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi turut menjadi penggerak pembinaan masyarakat di wilayah masing-masing.

“Program pemerintah harus sampai ke masyarakat. Untuk itu, dukungan para Imum Mukim sangat penting dalam pembinaan dan pengawasan di wilayah masing-masing,” katanya.

Sarjani berharap kendaraan operasional tersebut tidak sekadar menjadi fasilitas, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk memperkuat pelayanan dan kehadiran Imum Mukim di tengah masyarakat.

Ia juga meminta para Imum Mukim menjaga fasilitas tersebut dan memberikan dukungan terhadap program prioritas pemerintah daerah agar pelaksanaannya berjalan optimal dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

  • Bagikan
Exit mobile version