450 Prajurit Yonif 112/DJ Kembali ke Aceh Usai Jaga Perbatasan Papua

  • Bagikan
Pangdam IM Mayjen TNI Joko Hadi Susilo didampingi Dansatgas Yonif 112/DJ Letkol Inf Fiska Bagus Tri Sunaryanto mengecek barisan prajurit dalam upacara penyambutan purna tugas Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 112/DJ di Pelabuhan Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Selasa (10/3/2026). Sebanyak 450 personel kembali dengan selamat setelah menuntaskan misi selama 15 bulan di perbatasan Papua. durasi.co/Rahmat Mirza

ACEH UTARA – KRI Teluk Palu 523 yang membawa 450 personel Yonif 112/Dharma Jaya resmi bersandar di Pelabuhan Krueng Geukueh, Selasa (10/3/2026). Kedatangan kapal perang di bawah komando Letkol Laut (P) Barkah Ardianto ini menandai tuntasnya masa penugasan selama 15 bulan di garis depan perbatasan RI-Papua Nugini.

Kedatangan Satgas Pamtas Yonif 112/DJ ini disambut langsung dalam upacara militer yang dipimpin oleh Panglima Kodam Iskandar Muda Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo.

Dalam amanatnya, Pangdam IM memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dansatgas Yonif 112/DJ, Letkol Inf Fiska Bagus Tri Sunaryanto, beserta seluruh personel atas keberhasilan menjaga kedaulatan negara di tengah tantangan geografis yang ekstrem.

“Penugasan di perbatasan adalah ujian nyata bagi prajurit. Kalian tidak hanya bertempur dengan kondisi alam, tetapi juga mampu mengedepankan sisi humanis melalui pembinaan teritorial dan menjadi solusi bagi kesulitan masyarakat di sana,” tegas Mayjen TNI Joko Hadi Susilo.

Pangdam IM Mayjen TNI Joko Hadi Susilo bersama Dansatgas Yonif 112/DJ Letkol Inf Fiska Bagus Tri Sunaryanto usai upacara penyambutan purna tugas di Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara, Selasa (10/3/2026). durasi.co/Rahmat

Pangdam juga menyampaikan rasa syukur mendalam karena seluruh personel kembali dengan kekuatan lengkap. “Alhamdulillah, dedikasi kalian membuahkan hasil, dan hari ini semuanya kembali dalam keadaan sehat walafiat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Mayjen Joko menitikberatkan bahwa keberhasilan operasi ini tidak lepas dari dukungan spiritual keluarga yang setia menunggu. Ia memberikan penghormatan khusus kepada para istri (Persit) dan keluarga prajurit atas keteguhan hati mereka selama ditinggal bertugas.

“Kesabaran dan doa tulus dari keluarga di rumah adalah napas dan kekuatan utama bagi para prajurit saat berjuang di medan tugas negara,” ungkapnya.

Menutup rangkaian upacara, Pangdam berharap pengalaman lapangan selama lebih dari setahun di belantara Papua menjadi modal berharga bagi prajurit dalam meningkatkan profesionalisme di kesatuan induk.

“Jadikan setiap pengalaman di Papua sebagai bekal berharga. Teruslah tingkatkan profesionalisme dan pelihara kemanunggalan TNI dengan rakyat di mana pun kalian ditempatkan selanjutnya,” pungkas Mayjen Joko.

  • Bagikan
Exit mobile version