hit counter

Bergaya Ala Chef dan Koki, Guru Lhokseumawe Meriahkan Lomba Kuliner

  • Bagikan
Bergaya Ala Chef dan Koki. Ist

Durasi, Lhokseumawe – Ada beragam cara yang dilakukan untuk memeriahkan Hut Kemerdekaan RI ke-81. Salah-satunya dengan bergaya ala chef dan koki yang dipamerkan Guru-guru di Kota Lhokseumawe, Sabtu (15/8).

Mereka, berganti peran bak kepala dapur dan juru masak top di restoran beken ternama. Dengan memakai seragam berwarna putih dan topi jamur seakan menggambarkan langsung profesionalitas seorang chef dan koki.

Alhasil, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Muara Satu berhasil meraih juara pertama dalam perlombaan kuliner khas Aceh yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat. Dengan bermodalkan gulee pliek dan asam keueung (sayur ampas kelapa yang telah difermentasikan dan asam pedas) yang dihidangkan didalam tempurung.

K3S Muara Satu yang diketuai Samsul Bahri berhasil menjadi yang terbaik setelah bersaing dengan peserta lainnya dalam perlombaan yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Para peserta menunjukkan kreativitas, kekompakan, serta keterampilan dalam mengolah dan menyajikan masakan.

Samsul Bahri menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh anggota K3S Muara Satu yang telah bekerja sama selama mengikuti perlombaan.

“Alhamdulillah, Kami sangat bersyukur bisa meraih juara pertama. Ini merupakan hasil kerja sama dan kekompakan seluruh anggota K3S Muara Satu. Yang terpenting, kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan,” ujar Samsul Bahri.

Sekda Lhokseumawe, A. Haris didampingi Kadis Pdan K, Yuswardi Yunus, bersama pemenang lomba. Ist

Ia melanjutkan, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memberikan ruang bagi para kepala sekolah untuk membangun kebersamaan dan mempererat hubungan di lingkungan pendidikan.

“ Kami mengapresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan karena memberikan suasana positif dan mempererat hubungan antarsesama insan pendidikan,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Lhokseumawe, Yuswardi Yunus meminta, guru yang terpilih dalam ajang kuliner terbaik itu dapat menginspirasi guru lainnya dalam berkarya. Termasuk, peluang membuka bisnis kuliner di kalangan keluarga guru.

” Kan bisa dipesan makanannya dari pemenang itu. Ini peluang bisnis menjanjikan bagi guru terbaik Kita kedepan, ” tuturnya.

Sementara Sekda Lhokseumawe, A. Haris berharap, kegiatan ini bisa terus berlanjut setiap tahunnya. Dengan memperlombakan beranekaragam kuliner khas Aceh.

” Dari lomba ini bisa lahir peluang yang menggiurkan. Mula-mula bisa pesanan dari kalangan guru, kolega maupun khalayak luas nantinya, ” imbuh Haris.

Sedang meracik kuliner. Ist

Sementara dalam perlombaan itu untuk posisi juara kedua diraih K3S Kecamatan Blang Mangat, sedangkan K3S Kecamatan Muara Dua berhasil menempati juara ketiga.

Disusul berikutnya juara harapan pertama diraih K3S Kecamatan Banda Sakti dan harapan kedua diraih Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP.

Perlombaan memasak tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Selain menghadirkan suasana kompetitif, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat kekompakan, kreativitas, dan silaturahmi antarinsan pendidikan di Kota Lhokseumawe.

Dengan hasil tersebut, K3S Muara Satu sukses membawa pulang predikat juara pertama sekaligus menjadi yang terbaik dalam perlombaan memasak yang diikuti 25 peserta tersebut.

  • Bagikan