Durasi, Aceh Utara – Sekitar seribuan warga diperkirakan akan terlibat ambil bagian dalam permainan tradisional dan gerak jalan santai menyambut Hari Lahir Aceh Utara ke-800 tahun. Dengan menampilkan permainan khas Aceh, geulayang tunang dan ek geunteut atau lazimnya disebut egrang.
Dengan melibatkan peserta dari berbagai kalangan, mulai pelajar, orang dewasa dan khalayak luas lainnya. Kegiatan ini sepenuhnya diselenggarakan di Stand Piasan Pase Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) setempat.
” Layang tunang dan ek geunteut ini merupakan permainan yang sering dimainkan dimasa lampau Anak-anak kala itu yang seumuran Saya dulu. Dan, sekarang Kita hadir diarena ini mencoba membangkitkan dan menyemarakkan kembali warisan leluhur nenek moyang Kita itu, ” ucap Kepala Dinas Disporaparekraf Aceh Utara, Zulkifli, S.Ag, M.Pd, saat ditemui reporter acehutara.go.id dilokasi, Selasa (8/9).

Ia menjelaskan, serangkaian perlombaan Piasan Pasee itu dilakukan terbuka untuk umum secara gratis alias massal. Artinya, siapapuni berhak mendaftarkan dirinya menjadi peserta langsung ke stand milik Disporaparekraf.
” Siapapun yang hendak daftar langsung ketempat stand Kami bertempat dilokasi arena utama. Kami dari panitia penyelenggara menyediakan beragam doorprize menarik yang nilainya fantastis mencapai jutaan rupiah, ayo segera daftarkan diri kemari, ” pinta Zulkifli dengan nada bersemangat dan mengajak warga.
Untuk lomba layang tunang dibuka pendaftaran sejak tanggal 6-8 September mendatang. Kemudian, permainan ek geunteut atau egrang kuotanya terbatas hanya berkapasitas 50 orang untuk pendatar tercepat yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 9 September mendatang.
Sedangkan, terakhir giliran gerak jalan santai dengan rute sepanjang 2,9 Kilometer yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 13 Sepetember mendatang












