Durasi, Aceh Utara — Ada beragam cara yang dilakukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemkab Aceh Utara, dalam pagelaran Piasan Pase ke-800 kali ini. Salah satunya adalah gebrakan Sekretariat Baitul Mal Aceh Utara dengan cara membuka stand layanan konsultasi terkait pelayanan dan informasi sebagai sarana edukasi maupun sosialisasi kepada masyarakat mengenai Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF). Layanan konsultasi ini begitu ramai diminati pengunjung disana.
Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh Utara, Samsul Bahri, SE, mengatakan keikutsertaan pihaknya dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Baitul Mal untuk meningkatkan keterbukaan informasi publik sekaligus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
“ Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat mengenai pengelolaan dan pemanfaatan dana zakat, infak, wakaf, dan harta agama lainnya,” ujar Samsul Bahri, Selasa (8/9).
Menurutnya, stand Sekretariat Baitul Mal Aceh Utara menyediakan layanan konsultasi bagi masyarakat yang ingin memperoleh informasi maupun melakukan perhitungan zakat. Masyarakat juga dapat berkonsultasi langsung mengenai zakat, infak, sedekah, dan wakaf.
Selain itu kehadiran Baitul Mal dalam peringatan Milad Samudera Pasai ke-800 juga menjadi sarana untuk menyampaikan informasi mengenai transparansi penyaluran dana kepada masyarakat.

Berbagai infografis, data, serta dokumentasi program bantuan sosial dan keagamaan yang telah disalurkan kepada para mustahik turut ditampilkan di stand tersebut. Hal itu dilakukan sebagai bentuk keterbukaan dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana umat.
Sekretariat Baitul Mal Aceh Utara juga menampilkan sejumlah produk dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan serta kelompok usaha yang memperoleh dukungan modal pemberdayaan melalui program Baitul Mal Aceh dan Baitul Mal Aceh Utara.
Sebut Samsul, program pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu upaya Baitul Mal dalam membantu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat, khususnya para penerima manfaat program.
Tidak hanya itu, momentum Milad Samudera Pasai ke-800 juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai inovasi dan program kerja Baitul Mal kepada masyarakat, termasuk pengembangan layanan digitalisasi zakat serta kampanye wakaf.
Ia menilai partisipasi Sekretariat Baitul Mal Aceh Utara dalam kegiatan tersebut memiliki arti penting dalam membangun kedekatan antara lembaga dan masyarakat.
“ Melalui kegiatan seperti ini, Baitul Mal dapat lebih dekat dengan masyarakat, meningkatkan kepercayaan para muzakki, sekaligus memperkuat akuntabilitas lembaga dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Aceh Utara,” tuturnya.
Ia melanjutkan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum penting untuk meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap ZISWAF, khususnya Generasi Z dan Generasi Alfa.
“ Ini sangat penting sebagai sarana sosialisasi ZISWAF kepada masyarakat, terutama para remaja dari kalangan Generasi Z dan Generasi Alfa. Harapannya, kesadaran mereka terhadap pentingnya zakat, infak, sedekah, dan wakaf terus meningkat dan pada akhirnya memberikan dampak positif terhadap peningkatan penerimaan zakat,” lanjutnya.
Partisipasi Sekretariat Baitul Mal Aceh Utara dalam peringatan Milad Samudera Pasai ke-800 diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan peringatan sejarah tersebut. Akan tetap, juga mampu memperluas pemahaman masyarakat tentang peran ZISWAF dalam mendukung kesejahteraan dan pembangunan daerah, ” imbuh Samsul Bahri.












