Durasi, Lhokseumawe – Dalam rangka menyambut Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP), Lapas Kelas IIA Lhokseumawe kembali menunjukkan keseriusannya dalam menjaga integritas dan keamanan. Dengan menggelar tes urine terhadap pegawai dan warga binaan, serta turut ambil bagian dalam razia serentak yang dilaksanakan di seluruh Rumah Tahanan Negara se-Indonesia.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah tegas dan terukur dalam upaya pencegahan serta pemberantasan penyalahgunaan narkoba di dalam lingkungan Lapas. Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan sinergi bersama BNN Kota Lhokseumawe dan Polres Lhokseumawe, sebagai bentuk kolaborasi lintas instansi dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba.
Tes urin dilakukan secara acak terhadap 113 orang warga binaan dengan pengawasan ketat, memastikan seluruh proses berjalan transparan dan akuntabel.
Dari keseluruhan hasil pemeriksaan yang dilakukan, seluruhnya menunjukkan hasil negatif, yang menjadi indikator kuat bahwa upaya pencegahan dan pengawasan berjalan secara optimal.
Selaras dengan itu, razia serentak kamar hunian digelar dengan menyisir setiap sudut blok hunian warga binaan sebagai bagian dari gerakan nasional penguatan keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan. Sekaligus sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtib.
Kalapas Lhokseumawe, Wahyu Prasetyo menegaskan, bahwa tidak ada ruang bagi penyimpangan di dalam Lapas, baik dari sisi pegawai maupun warga binaan.
” Ini adalah komitmen yang tidak bisa ditawar. Kami ingin memastikan bahwa Lapas Lhokseumawe benar-benar steril dari narkoba dan terbebas dari barang-barang terlarang. Langkah ini juga sebagai bentuk perlindungan terhadap seluruh penghuni dan petugas,” tegasnya.
Disamping itu kegiatan dimaksud juga menjadi pesan kuat bahwa Lapas bukan hanya tempat pembinaan. Akan tetapi juga ruang yang menjunjung tinggi disiplin, integritas, dan keamanan, sejalan dengan semangat Hari Bakti Pemasyarakatan.
