Puluhan Ribu Warga Lhokseumawe Meriahkan Karnaval

  • Bagikan
Pamerkan Busana Garuda Putih. Foto : (Durasi/Erwin)

Durasi, Lhokseumawe – Puluhan ribu warga Kota Lhokseumawe, tumpah-ruah menyaksikan kemeriahan pawai yang berlangsung, Selasa (18/8). Masyarakat dari berbagai kalangan terlihat memadati sepanjang rute lintasan yang dilalui sekitar 4 ribu peserta karnaval dari berbagai tingkatan, mulai TK, SD, SMP, dan SMA.

Sedikitnya ada 162 satuan kelompok pendidikan yang terlibat. Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lhokseumawe, Kemenang dan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) setempat.

Amatan dilokasi peserta dengan berbagai corak pakaian adat terlihat begitu bersemangat mengikuti pawai. Tak ketinggalan Ketua Dekranasda yang juga istri Walikota Lhokseumawe, Ny. Yulinda Sayuti juga ikut memimpin rombongan pejabat Pemko berparade menyapa warga.

Pawai Karnaval. Foto : (Durasi/Erwin)

Ketua Panitia Penyelenggara, Salman D, S.Pd mengatakan, pihaknya berterimakasih atas dukungan semua pihak demi terselenggaranya event terakbar tersebut. Terutama, para dewan guru yang telah bekerja keras menyukseskan serangkaian kegiatan karnaval.

” Pawai kali ini tidak Kita perlombakan, karena ada pertimbangan yang memang harus diperhatikan dengan baik. Jangan sampai terkucilkan sekolah tertentu, Gara-gara kalah atau tidak menang lomba. Jadi, Kami coba berbijak, bahwa karnaval adalah pesta rakyat yang harus dinikmati dengan kebahagiaan oleh semua khalayak luas, ” ujar Salman.

Sementara Walikota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar menjelaskan, kemerdekaan yang ke-81 ini harus diisi dengan semangat nasionalisme dan cinta tanah air. Dengan bermodalkan kekompakan dapat menghadirkan energi kemeriahan yang dicintai masyarakat.

” Ini wujud dari kemerdekaan itu sendiri. Terimakasih semua pihak yang telah mendukung acara ini hingga terlaksana dengan sukses, ” tutupnya.

Peserta tumbang dilarikan ambulance. Foto : (Durasi/Erwin)

Puluhan Pelajar Tumbang

Sekitar puluhan pelajar yang menjadi peserta pawai berjatuhan tumbang dilokasi. Rata-rata mereka kelelahan dan mengalami dehidrasi.

Mobil ambulance tampak bolak-balik mengangkut pasien yang terkapar, baik arena utama lapangan hijau maupun rute lintasan. Mereka, terpaksa menjalani perawatan medis intensif disejumlah rumah sakit swasta terdekat.

  • Bagikan
Exit mobile version