Takabeya Rusak Pipa, Suplai Gas Ratusan Warga Lhokseumawe Terhenti

  • Bagikan
Petugas sedang memperbaiki pipa jargas yang terputus di Gampong Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Rabu (1/7). Foto : (Durasi/Erwin)

Durasi, Lhokseumawe – Suplai gas sekitar 800 Sambungan Rumah (SR) disepanjang lintasan Banda Aceh-Medan bertempat dikawasan Gampong Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, mengalami terhenti alias lumpuh total. Menyusul, rusaknya pipa jaringan gas (jargas) dampak proyek pembersihan saluran dan bahu jalan yang dilaksanakan oleh PT. Takabeya Perkasa Group.

Proyek ini dibawah kendali Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Aceh. Perusahaan itu melaksanakan paket pekerjaan preservasi jalan yang dimulai dari Kabupaten Bireun, Lhokseumawe dan Aceh Utara.

” Sudah 2 hari Kami enggak bisa masak dirumah, sejak hari Selasa dan Rabu tanggal 30 Juni dan 1 Juli 2026. Gara-gara itu Kami semua terpaksa membeli makanan diwarung, kenapa mesti tega sekali putusin pipa jargasnya ? Kami mau mengadu kemana lagi kalau sudah begini, ” ucap beberapa Ibu Rumah Tangga yang enggan dituliskan namanya kepada durasi dilokasi.

Mereka mengaku, sudah melaporkan perihal gangguan pipa yang diputusin akibat dampak pengerjaan proyek tersebut ke PT. Pembangunan Lhokseumawe, guna ditanggulangi secepatnya. Mengingat, masyarakat sudah mengalami krisis air bersih disana.

” Ketika mengadu sama petugas proyek dilokasi enggak ditanggapi alias tak digubris sama sekali. Makanya, Kami mengadukannya ke PTPL biar ada solusi terkait kerusakan itu, ” keluh warga.

Menanggapi perihal dimaksud Direktur Utama PTPL, Habibillah, SE membenarkan, adanya kerusakan pipa jargas yang bocor menyembur diarea pinggiran jalan nasional itu. Kondisi ini mengakibatkan suplai gas rumah tangga itu terganggu.

” Pihak Balai dan Satker ada kirim surat untuk pemindahan sementara pipa gas dengan alasan sedang dilaksanakan proyek disana! Tapi, anehnya surat itu ditujukan ke PT. Pertagas Niaga, bukan ke Kita yang seharusnya mengelola jargas ? Dan, Pihak balai, satker dan rekanan itu tentu juga mengetahui bahwa dilintasan jealan negara disana ada ditimbun pipa, kabel telkom, hingga pipa air bersih, ” jelas Habibillah.

Menurut Dia, alangkah bijaknya pelaksana proyek kiranya melibatkan PTPL dilokasi pembangunan. Hal ini untuk memudahkan pengerjaan, agar tidak berimbas terhaadap kerusakan pipa disepanjang lintasan tersebut.

” Tadi, Saya sudah perintahkan tim teknis terjun kelapangan untuk melakukan perbaikan dan menyambung kembali pipa yang terputus disana. Kita berharap semuanya bisa berjalan lancar dan suplai kembali pulih normal seperti biasanya, ” lanjut Pimpinan PTPL Habibi.

Hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban konfirmasi dari pihak PT. Takabeya Perkasa Group terkait perihal tersebut. Termasuk, pertanyaan yang dikirimkan ke aplikasi perpesanan WhatsApp belum memperoleh keterangan lebih lanjut.

  • Bagikan
Exit mobile version