KRUENG GEUKUEH, ACEH UTARA – Masjid Agung Bujang Salim Krueng Geukueh sukses menyelenggarakan penutupan sekaligus wisuda kegiatan Tahfidz Ramadhan ke-8. Acara yang berlangsung khidmat pada Senin (16/3/2026) ini menandai berakhirnya program intensif menghafal Al-Qur’an yang diikuti oleh ratusan santri selama bulan suci.
Plt. Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Agung Bujang Salim, Tgk. Junaidi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada para santri, orang tua, dan seluruh panitia yang telah mendedikasikan waktu dan tenaganya.
“Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan upaya kita bersama untuk menjaga kemuliaan Al-Qur’an di hati generasi muda. Kami berharap para wisudawan tidak berhenti di sini, namun terus menjaga hafalan dan akhlaknya,” ujar Tgk. Junaidi.
Acara ini turut dihadiri oleh, Imam Besar Masjid Agung Bujang Salim Dr. Tgk. Jufri, Tgk. Muhammad Iqbal Rusli (Sekretaris Plt. BKM sekaligus Ketua Karang Taruna Dewantara), Muslim (Mantan Anggota DPRA), Ketua Remaja Masjid Husni, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, serta para wali santri.
Namun, di sela-sela sambutannya, Tgk. Junaidi juga sempat menuturkan terkait dukungan dari unsur pemerintah setempat. Beliau menyayangkan ketidakhadiran pihak Muspika dalam acara yang dinilai sangat penting bagi pembangunan karakter generasi muda tersebut.
“Sangat kita sayangkan, pihak pemerintah atau Muspika kita belum bisa hadir di tengah-tengah kita hari ini untuk menyaksikan keberhasilan anak-anak kita,” ujarnya.
Meskipun demikian, antusiasme peserta tahun ini menunjukkan peningkatan yang luar biasa. Tidak hanya didominasi oleh santri lokal, para peserta juga berdatangan dari luar Kabupaten Aceh Utara, seperti Kabupaten Bireuen, Aceh Timur, hingga Kota Langsa. Bahkan, terdapat peserta yang berasal dari luar Provinsi Aceh, yaitu dari Kota Bogor, Jawa Barat. Kehadiran peserta dari luar provinsi menjadi catatan prestasi tersendiri bagi BKM dan Remaja Masjid dalam menyelenggarakan syiar Islam di wilayah Dewantara.
Program ini telah berjalan selama delapan tahun berturut-turut sebagai komitmen BKM dalam mencetak kader penghafal Al-Qur’an di wilayah Dewantara. Para peserta yang diwisuda telah melewati target setoran hafalan yang ditentukan selama bulan Ramadhan dengan bimbingan para ustaz dan pengasuh.
Tgk. Junaidi menekankan bahwa dukungan orang tua adalah kunci utama keberhasilan anak-anak dalam mencintai Al-Qur’an. Beliau berharap kolaborasi antara BKM, Remaja Masjid dan wali santri terus terjaga demi syiar Islam yang lebih kuat.
Acara ditutup dengan prosesi wisuda yang mengharukan, di mana para santri menerima sertifikat penghargaan sebagai bentuk pengakuan atas kesungguhan mereka selama mengikuti program Tahfidz Ramadhan tahun ini. (*)
