SIGLI – Uroe Lahe Pidie ke-515 Tahun 2026 tidak ingin sekadar menjadi perayaan hari jadi daerah. Pemerintah Kabupaten Pidie mendorong momentum tersebut menjadi ruang untuk menghidupkan kembali seni, budaya, dan identitas Pidie yang mulai jarang dikenal generasi sekarang.
Pesan itu disampaikan Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, M.H., saat menghadiri rapat persiapan rangkaian Uroe Lahe Pidie ke-515 di Oproom Kantor Bupati Pidie, Jumat (28/8/2026).
Mengusung tema “Meutaloe Wareh, Pidie Meuharekat”, rangkaian kegiatan akan berlangsung pada 16–19 September 2026. Tahun ini, peringatan tersebut juga membawa identitas visual baru melalui logo khusus yang dirancang untuk memperkuat karakter budaya Pidie.
Sarjani mengatakan, peringatan hari jadi Pidie harus memiliki makna lebih jauh daripada sekadar agenda tahunan pemerintah. Menurut dia, momentum tersebut dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kembali kekayaan budaya daerah kepada masyarakat, terutama generasi muda.
“Acara ini harus menjadi momentum untuk memperkenalkan kembali seni dan budaya Pidie yang mulai jarang dikenal masyarakat. Kita ingin Uroe Lahe Pidie ke-515 menjadi kegiatan yang mengharumkan nama Pidie dan menjadi bagian dari upaya membangun Pidie secara bersama-sama,” ujar Sarjani.
Ia juga meminta agar seluruh rangkaian kegiatan tetap berada dalam satu konsep yang telah dirancang. Pemerintah daerah, kata dia, tidak perlu menambahkan hiburan lain yang berpotensi menggeser substansi peringatan.
Penggunaan bahasa Aceh dalam istilah dan penamaan rangkaian kegiatan juga didorong sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas lokal. Bagi pemerintah daerah, bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi bagian dari warisan budaya yang perlu tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Sarjani juga mendorong keterlibatan tokoh-tokoh asal Pidie, baik yang berada di dalam maupun di luar Kabupaten Pidie. Kehadiran mereka dinilai penting untuk mempertemukan berbagai unsur masyarakat sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap daerah.
“Semangatnya adalah kebersamaan. Tokoh-tokoh Pidie di mana pun berada perlu dilibatkan agar Uroe Lahe Pidie ini menjadi milik bersama, bukan hanya kegiatan pemerintah,” katanya.
Persiapan kegiatan dipaparkan Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pidie Teuku Iqbal, S.STP., M.Si. Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung selama empat hari dengan konsep yang diarahkan pada penguatan identitas dan kebudayaan daerah.
Rapat persiapan dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Pidie Drs. Samsul Azhar dan dihadiri Wakapolres Pidie Kompol Firdaus Jufrida, S.T., M.Si., Ketua DPRK Pidie Anwar Sastra Putra, S.H., perwakilan Dandim 0102/Pidie, perwakilan Kejaksaan Negeri Pidie, Ketua MPU Pidie Tgk. H. Ismi A. Jalil, para kepala SKPK, serta camat se-Kabupaten Pidie.
Dengan konsep tersebut, Uroe Lahe Pidie ke-515 diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni peringatan hari jadi, tetapi menjadi panggung untuk mengenalkan kembali wajah Pidie melalui budaya, bahasa, sejarah, dan keterlibatan masyarakatnya.












