BOVEN DIGOEL, PAPUA SELATAN – Satuan Tugas Komando Pasukan Gerak Cepat (Satgas Kopasgat) resmi memastikan pemulihan total dan kelancaran operasional Bandara Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Senin (16/2/2026). Langkah ini diambil guna menjamin stabilitas transportasi udara pasca-insiden yang menimpa pesawat Smart Air PK-SNR.
Sebagai garda terdepan, personel Kopasgat bertanggung jawab penuh dalam mendukung aspek teknis dan keamanan bandara, yang meliputi memandu komunikasi langsung dengan pilot. Menyediakan data cuaca terkini untuk penerbangan. Berkoordinasi intensif dengan TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan tokoh masyarakat setempat.
“Satgas Kopasgat bertugas memulihkan sekaligus menjaga kelancaran operasional bandara. Kami memastikan komunikasi udara dan informasi cuaca tersampaikan dengan baik kepada pilot agar penerbangan perintis bagi masyarakat tetap berjalan aman,” tegas Dansektor III Satgas Kopasgat, Kapten Pas Evan Melsan Worabay.
Kunjungan Pimpinan Tinggi TNI
Guna memperkuat manajemen pengelolaan bandara di wilayah pedalaman, Pangkogabwilhan III Letjen TNI Bambang Trisnoh adi bersama Pangkoopsud III Marsda TNI Dr. Azhar Aditama D melakukan peninjauan langsung di lokasi.
Rombongan bertolak dari Bandara Mozes Kilangin, Timika, menggunakan pesawat TNI AU CN-235 yang dipiloti oleh Letkol Pnb Aldi. Meski menghadapi tantangan medan dan cuaca khas Papua, pesawat berhasil mendarat dengan mulus, membuktikan kesiapan bandara dalam melayani mobilitas udara.
Kehadiran Satgas Kopasgat menjadi jaminan bahwa Bandara Korowai Batu tetap berfungsi sebagai simpul transportasi yang andal. Hal ini krusial bagi masyarakat Donawage dan sekitarnya yang sangat bergantung pada penerbangan perintis untuk akses logistik maupun mobilisasi antarwilayah.
