PIDIE – Bupati Pidie, Sarjani Abdullah menghadiri Rapat Koordinasi Implementasi Posyandu dengan Enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kabupaten Pidie Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Pidie Convention Center (PCC), Kabupaten Pidie, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor guna mendukung transformasi Posyandu sebagai pusat pelayanan dasar yang lebih terpadu dan berkualitas.
Dalam sambutannya, Bupati Sarjani Abdullah menegaskan bahwa implementasi Posyandu 6 SPM merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan dasar kepada masyarakat melalui kolaborasi seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan.
Ia menjelaskan, transformasi Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada layanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga mendukung pemenuhan enam Standar Pelayanan Minimal yang meliputi bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.
“Transformasi Posyandu hanya dapat berhasil apabila seluruh sektor bergerak bersama. Kolaborasi menjadi kunci agar pelayanan dasar kepada masyarakat semakin berkualitas dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujar Sarjani.
Menurutnya, melalui koordinasi yang solid, seluruh perangkat daerah diharapkan mampu menyelaraskan program, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan pelayanan dasar yang terukur, cepat, dan tepat sasaran.
Bupati juga mengapresiasi seluruh Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), pemerintah kecamatan, pemerintah gampong, serta berbagai pihak yang telah menunjukkan komitmen dalam mendukung implementasi Posyandu 6 SPM di Kabupaten Pidie.
Lebih lanjut, Sarjani menegaskan bahwa kader Posyandu merupakan ujung tombak pembangunan di tingkat gampong. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Pidie akan terus memberikan dukungan melalui peningkatan kapasitas kader, penguatan kelembagaan Posyandu, serta kolaborasi lintas sektor agar pelayanan dasar semakin optimal.
Ia berharap penguatan Posyandu mampu melahirkan generasi yang sehat, unggul, dan berdaya saing, sekaligus mempercepat peningkatan kualitas hidup masyarakat Pidie.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak seluruh peserta untuk terus menghidupkan nilai-nilai budaya Aceh melalui semangat Peumulia Jamee sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat.
Menurutnya, marwah daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh sikap, perilaku, dan budaya masyarakat. Melalui pengabdian para kader Posyandu, khususnya kaum perempuan, nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong dapat terus ditanamkan sebagai fondasi dalam mewujudkan masyarakat Pidie yang berakhlak, maju, dan sejahtera.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Ketua Pembina Posyandu Aceh Marlina Usman, unsur Forkopimda Kabupaten Pidie, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh Dr. H. Iskandar, AP., S.Sos., M.Si., para kepala SKPK terkait, camat se-Kabupaten Pidie, para Kasi PMG kecamatan, serta pengurus TP PKK dan Pembina Posyandu tingkat kabupaten maupun gampong.
Berlangsungnya rapat koordinasi ini diharapkan dapat memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan implementasi Posyandu 6 SPM, sehingga pelayanan dasar kepada masyarakat di Kabupaten Pidie menjadi semakin merata, efektif, dan berkelanjutan.












