Pidie Siapkan Perayaan Uroe Lahe ke-515, Budaya dan UMKM Jadi Penggerak

  • Bagikan

SIGLI — Kabupaten Pidie memasuki usia 515 tahun. Peringatan hari jadi tahun ini tidak hanya dikemas sebagai seremoni, tetapi diarahkan menjadi ruang untuk menghidupkan kembali budaya lokal, memperkuat nilai keislaman, sekaligus membuka ruang bagi pelaku usaha kecil untuk memperkenalkan produk unggulan daerah.

Rangkaian Peuingat Uroe Lahe Pidie ke-515 akan berlangsung pada 16–20 September 2026 dengan melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan. Agenda yang disiapkan mencakup seni dan budaya, kegiatan keagamaan, olahraga tradisional, pameran pembangunan, hingga Expo UMKM.

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) Pidie, Teuku Iqbal, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan dibangun di atas tiga pilar utama, yakni nilai Islami, pelestarian budaya, dan penguatan ekonomi kerakyatan.

“Peuingat Uroe Lahe ke-515 ini kita buat meriah tetapi tetap bermakna. Ada seni, pawai budaya, Festival Anak Saleh, olahraga tradisional geudeu-geudeu, sampai Expo UMKM yang menampilkan kuliner, kerajinan, dan produk unggulan dari 23 kecamatan,” kata Teuku Iqbal, Selasa (15/9/2026).

Salah satu agenda penting adalah Rapat Paripurna DPRK Pidie pada Kamis, 17 September 2026. Sidang istimewa yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Gedung DPRK Pidie tersebut akan diisi pidato khusus Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah terkait perjalanan dan makna hari jadi Pidie.

Sidang dipimpin Ketua DPRK Pidie Anwar Sastra Putra, S.H., didampingi Wakil Ketua I T. Zulharnaini, S.P., dan Wakil Ketua II Teuku Saifullah TS, S.E.

Memasuki hari jadi, Jumat (18/9/2026), rangkaian kegiatan diarahkan pada refleksi sejarah Pidie. Ziarah ke Makam Raja Pedir, Sultan Ma’rufsyah, akan dilanjutkan dengan zikir, doa bersama, dan tabur bunga. Prosesi tersebut dipimpin Tgk. Amri Aiyub dan Abiya Iswar.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan Haba Rakyat, berupa temu ramah yang mempertemukan tokoh-tokoh Pidie dari dalam maupun luar Aceh di Pendopo Bupati Pidie.

Expo UMKM dan Layanan Publik

Pusat kegiatan masyarakat akan berlangsung di Pidie Convention Center (PCC) Sigli melalui Pameran Pembangunan dan Expo UMKM pada 16–19 September. Kegiatan dibuka mulai pukul 10.00 hingga 23.00 WIB.

Expo tidak hanya menampilkan capaian pembangunan pemerintah daerah. Produk unggulan dari 23 kecamatan, kuliner, kerajinan, teknologi tepat guna, benda sejarah, hingga informasi mengenai budaya lokal akan ditampilkan kepada masyarakat.

Menariknya, masyarakat juga dapat memanfaatkan sejumlah layanan publik secara langsung di lokasi expo. Layanan tersebut meliputi pemutihan pajak PBB-P2, perekaman dan pelayanan KTP-el, kartu keluarga, akta, KIA, perizinan UMKM, edukasi kesehatan reproduksi, kampanye antikorupsi, layanan perbankan Bank Aceh Syariah dan BSI, serta pustaka keliling.

Rangkaian seni dan budaya turut mengisi kegiatan tersebut. Sejumlah agenda yang disiapkan antara lain Lomba Paduan Suara Hymne Aceh, pertunjukan Seudati, Rapai Grimpheng, Hikayat Prang Sabi, perekaman video dokumenter Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Meugrop, Ratoh Jaroe, serta permainan rakyat tradisional Geudeu-Geudeu.

Pawai Budaya hingga Malam Puncak

Puncak rangkaian perayaan dijadwalkan pada Sabtu, 19 September 2026. Karnaval Pawai Budaya akan melibatkan pelajar SMP dan SMA, SKPK, serta peserta dari 23 kecamatan.

Pawai mengambil rute dari Masjid Agung Al-Falah Sigli menuju Pendopo Bupati Pidie. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan Kenduri Raya dan Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW di PCC Sigli.

Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan santunan bagi 1.000 anak yatim/piatu yang berasal dari 23 kecamatan.

Pada malam harinya, masyarakat akan disuguhi malam puncak dan Seumapa di PCC Sigli. Sebelum pertunjukan seni dimulai, panitia menyiapkan jamuan makan malam atau Peumulia Jamee/Gala Dinner bagi tamu kehormatan, termasuk Wali Nanggroe, Forkopimda Aceh, serta para bupati dan wali kota se-Aceh.

Pertunjukan seni dan budaya akan menampilkan Sanggar Pusaka Nanggroe, Tarian Seulanga, Rapai Daboh, Seudati, hingga grup musik Apache 13. Malam puncak tersebut diperkirakan menarik puluhan ribu warga.

Rangkaian Peuingat Uroe Lahe Pidie ke-515 kemudian ditutup pada Minggu (20/9/2026) melalui kegiatan sepeda santai dan senam bersama di kawasan PCC. Kegiatan tersebut terbuka bagi masyarakat dan turut menyediakan berbagai hadiah.

Pemerintah Kabupaten Pidie mengajak masyarakat untuk hadir dalam rangkaian perayaan tersebut. Selain menjadi ruang untuk mengenal kembali sejarah dan budaya Pidie, kegiatan ini juga diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat untuk memanfaatkan layanan publik serta mengenal produk dan potensi ekonomi dari berbagai wilayah di Kabupaten Pidie.

  • Bagikan
Exit mobile version