hit counter

Murid Baru SDN 21 Banda Sakti Hanya Berjumlah 3 Orang

  • Bagikan
Anggota DPRK Lhokseumawe, Said Luthfie Manfalutie dan Nuraida, melihat langsung kondisi ruang kelas satu yang hanya dihuni 3 orang murid baru di SDN 21 Banda Sakti. Foto : (Durasi/Erwin)

Durasi, Lhokseumawe – Nasib pilu menyelimuti dunia pendidikan Kota Lhokseumawe. Tahun ajaran baru yang biasanya disambut antusias dan gegap gempita oleh Anak-anak kesekolah, ternyata harus berakhir miris.

Buktinya, seperti yang dialami oleh Sekolah Dasar Negeri (SDN) 21 Kecamatan Banda Sakti, yang kali ini harus sepi ditinggal peminatnya. Dimana, jumlah peserta tahun ajaran pendidikan 2026/2027 disana hanya tercatat berjumlah 3 orang.

Perihal ini terungkap saat kunjungan kerja Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Lhokseumwe, Said Luthfie Manfalutie dan Nuraida. Kedua politisi muda fraksi Nasdem dan PKB itu langsung turun kelokasi setelah menerima adanya laporan tersebut.

” Sebagai Wakil Rakyat tugas Kami bukan sekedar duduk di meja rapat semata, karena ini menyangkut tanggung jawab Kita semua. Makanya, hari ini Kita terpanggil untuk turun langsung melihat realita sebenarnya yang terjadi dilapangan, ” ungkap Said Luthfie didampingi Nuraida disela-sela kunker disekolah setempat, Kamis (30/7).

Luthfie mengaku, pihaknya begitu prihatin dengan kondisi Anak-anak kelas I SD tersebut. Mengingat, ruang belajar yang begitu luas dan besar ternyata hanya diisi 3 orang murid.

” Dada Kami penuh sesak dan prihatin sekali melihat langsung apa yang terjadi sesungguhnya disana. Ruangan yang semestinya terlihat riuh tawa dan candaan belajar, sekarang menjadi berubah senyap. Dan, hanya tiga pasang mata pelajar saja yang tampak sedang mengejar mimpinya dalam meraih Cita-citanya disekolah itu, ” tutur Said Luthfie yang diamini Srikandi PKB Nuraida.

Pihak legislatif itu menilai angka : ” 3 ” di SDN 21 itu bukan sekedar statistik, melainkan sinyal atau alarm darurat bagi kelangsungan pendikan daerah. Pemko dalam hal ini intansi terkait untuk dapat duduk bersama stekholder terkait, guna mencari solusi terbaik.

” Kalau ini dibiarkan berlarut-larut tentu resikonya Bisa-bisa tutup sekolah ini. Dinas harus segera melakukan evaluasi dan mengambil Langkah-langkah yang tepat, agar SDN 21 kembali bernyawa. Semoga temuan kasus ini menggugah hati Kita semua untuk segera bangkit dari keterpurukan, ” timpal kedua Wakil parlemen Lhokseumawe itu.

Berdialog dengan dewan guru. Foto : (Durasi/Erwin)

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah Dasar Negeri 21 Banda Sakti, Zuraida membenarkan, tentang perihal dimaksud. Kata Dia, pihaknya dari dewan guru segera akan melakukan berbagai perbaikan dan perubahan dalam meningkatkan mutu pendidikan berkualitas disekolah.

” Saya baru mendapat kepercayaan dari Pak Kadis untuk menjadi Plt disini sejak awal Juli lalu. Kami semua disini (guru-red) komit akan berupaya sekuat tenaga mengembalikan kembali marwah sekolah yang hilang itu, ” ucapnya.

Ia mengakui, pihaknya masih kalah bersaing dengan sekolah swasta terkait kualitas dan mutu pendidikan. Sehingga, menjadi salah satu penyebab utama Orang Tua Wali Murid enggan mendaftarkan anaknya ditempat domisilinya sendiri.

” Kedepannya begitu selesai pengerjaan gedung baru, Kami akan Pelan-pelan memperbanyak lagi kegiatan ekstrakurikuler yang sekian lama terhenti. Misalkan, menghidupkan kembali Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), bidang kesenian, ketrampilan, olahraga, dan terlibat dalam seluruh cabang perlombaan, ” komit Plt Kepsek.

Zuraida juga melanjutkan, trends grafik peminat SDN 21 itu setiap tahunnya terus menurun dengan total berjumlah seluruhnya 92 orang. Dengan rincian Siswa/i untuk Kelas satu dihuni 3 orang, Kelas dua ada 8 orang, Kelas tiga ada 17 orang, Kelas empat ada 12 orang, kelas lima tercatt 25 orang, dan terkahir kelas enam berjumlah 27 orang.

Berdasarkan catatan sebelum berganti menjadi SDN 21, sekolah itu lebih dikenal dengan sebutan SD bertingkat dan salah-satu favorit diera tahun 90-an yang beralamat dikawasan Komplek Perumahan Pemda. Persisnya tepat berada di jantung Kecamatan Banda Sakti bertempat di Gampong Hagu Teungoh.

  • Bagikan