hit counter

Tiga Perempuan Muda Pimpin PC IPPNU Lhokseumawe, Aceh Utara, dan Aceh Timur

  • Bagikan
Ketiganya terpilih melalui rangkaian Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) dan Konferensi Cabang (Konfercab) IPPNU yang berlangsung di Gedung PLHUT Lhokseumawe, Kamis (10/9/2026).

LHOKSEUMAWE — Semangat kaderisasi dan regenerasi kepemimpinan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) kembali menguat di Aceh. Tiga kader perempuan muda resmi dipercaya mengemban amanah kepemimpinan, yakni Nadia Fitri (Ketua IPPNU Lhokseumawe), Zahiratul Muna (Ketua IPPNU Aceh Utara), dan Tharafia Fauza (Ketua IPPNU Aceh Timur).

Ketiganya terpilih melalui rangkaian Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) dan Konferensi Cabang (Konfercab) IPPNU yang berlangsung di Gedung PLHUT Lhokseumawe, Kamis (10/9/2026). Forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus melahirkan estafet kepemimpinan baru.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh pengurus PW IPPNU Aceh, Cut Nisa Fadila, ini diikuti sekitar 50 peserta serta dihadiri jajaran tokoh Nahdlatul Ulama dan badan otonom (banom). Hadir di antaranya:

  • Tgk. Ahmad Subhan (Khatib Syuriah PCNU Lhokseumawe)

  • Abi Taufikurrahmi  (Sekretaris PCNU Lhokseumawe)

  • Tgk. Dailami (PCNU Aceh Utara)

  • Gus Ramli (PCNU Aceh Timur)

  • Nurhaznen (Ketua PC Fatayat NU Lhokseumawe)

  • Muhammad Taufiq (Sekretaris PC GP Ansor Lhokseumawe)

  • Rahmazana (PC ISNU Lhokseumawe)

  • Khalish Nurhidayatullah (Ketua PC IPNU Lhokseumawe)

  • Tamzil Aulia (Ketua PC IPNU Aceh Timur)

Kehadiran para pimpinan dan tokoh NU memberikan dorongan moral agar para kader muda terus tumbuh menjadi generasi yang berkapasitas, berintegritas, serta berkomitmen tinggi terhadap organisasi dan masyarakat.

Terpilihnya kepemimpinan baru ini diharapkan membawa energi segar untuk memperkuat kaderisasi, memperluas ruang aktualisasi pelajar putri, serta merancang program prioritas di bidang pendidikan, sosial, keagamaan, kepemudaan, dan pemberdayaan perempuan.

Tanggung jawab ini menjadi langkah nyata untuk merawat nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) sekaligus mencetak generasi perempuan muda Nahdlatul Ulama yang berilmu, berakhlak, dan mandiri.

Menanggapi amanah tersebut, ketiga ketua terpilih menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dan membawa IPPNU di wilayah masing-masing menjadi organisasi yang lebih aktif, progresif, dan berkontribusi nyata bagi daerah maupun bangsa.

  • Bagikan