Lagi, SMPN 15 Banda Sakti Ditemukan Murid Baru Hanya 9 orang

  • Bagikan
Kepala SMP Negeri 15 Banda Sakti, Sury Guswita Yani, S.Pd, sedang memantau Siswa-siswi kelas X yang hanya dihuni 9 orang. Foto : (Durasi/Erwin)

Durasi, Lhokseumawe – Permasalahan sepi peminat murid baru dalam tahun ajaran pendidikan 2026/2027 di Kota Lhokseumawe, bukan hanya ditemukan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 21 Banda Sakti. Ternyata, kasus serupa juga ikut menyasar jenjang lebih tinggi berikutnya ditingkat Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 15 yang beralamat di Jalan H. Ramli Ridwan, Gampong Mon Geudong setempat.

Dimana, jumlah peserta yang duduk dibangku kelas X (sepuluh) tercatat hanya dihuni 9 orang. Mereka, terdiri dari 5 perempuan dan 4 Laki-laki.

” Murid baru disini itu sebelumnya hanya 7 orang, tapi kemudian bertambah lagi 2 orang dari pindahan pesantren. Sehingga, kalau dijumlahkan sekarang menjadi total ada 9 orang, ” ucap Kepala SMP Negeri 15 Banda Sakti, Sury Guswita Yani, S.Pd menjawab Wawancara durasi saat ditemui dilokasi, Jum’at (31/7).

Sebut Sury, Rata-rata peserta yang mendaftar kesekolahnya melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dengan status pilihan kedua. Artinya, Mereka terlebih dahulu memilih beberapa sekolah lain yang dianggap favorit dipusat perkotaan ketimbang disana.

” Ini kondisi yang Kita alami disini dikarenakan zonasinya mencakup satu Kecamatan Banda Sakti, bukan gampong atau desa yang berdekatan dengan area sekeliling sekolah. Bila tidak diterima disekolah favorit, baru selanjutnya kemari sesuai pilihan kedua saat daftar di SPMB, ” ungkapnya.

Ia mengaku, pihaknya gencar melakukan berbagai kegiatan ekstrakurikuler disekolah, seperti seni, ketrampilan, pramuka, PMR dan beragam lainnya. Termasuk, metode pembelajaran di luar sekolah atau yang sering disebut e-school dengan mengunjungi beberapa tempat bersejarah, seperti salah satunya Museum, Makam purbakala dan lainnya.

” Dibidang keagamaan Siswa-siswi dituntun meningkatkan setoran hafalan bacaan ayat suci Al-Qur’an setiap harinya. Kita terus berupaya melakukan sesuaatu yang terbaik bagi seluruh peserta didik disini, ” lanjut Bu Kepsek Sury.

Fenomena sepi peminat pelajar bersekolah disana semakin menambah potret suram dunia pendidikan di Kota Lhokseumawe. Mengingat, temuan kasus kekosongan tahun ajaran baru itu masih terus berlanjut hingga ke berbagai jenjang sekolah.

Ini menjadi Pekerjaan Rumah (PR) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat. Bagaimana nasib gedung sekolah yang minim penghuni itu selanjutnya ! Kita tunggu solusinya ?

  • Bagikan
Exit mobile version