ACEH UTARA – Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian meninjau sejumlah lokasi terdampak bencana di Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Kamis (22/1/2026).
Dalam kunjungannya ke Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Kasatgas Tito menyempatkan diri makan siang bersama para pengungsi di tenda pengungsian dengan beragam menu. Selain makan bersama, Tito juga memberikan bantuan kepada warga berupa bahan makanan dan perlengkapan tidur.
Untuk diketahui, Dusun Seulemak, Lubok Pusaka merupakan salah satu daerah yang terdampak banjir cukup parah. Banyak rumah warga mengalami rusak berat hingga hilang akibat tersapu banjir yang melanda Aceh pada November 2025.
Tito menyampaikan, penanganan pascabencana di wilayah tersebut menunjukkan kemajuan. Salah satunya terlihat dari akses jalan yang sebelumnya tertimbun lumpur tebal dan kini mulai dapat dilalui. “Di Aceh Utara, terutama Langkahan ini sudah kedua kali saya datang. Ini, dulu saya lihat masih banyak bekas-bekas lumpur. Tapi, sekarang saya lihat ada kemajuan dibanding saya datang pertama. Jalan-jalan aksesnya sudah terbuka, tadinya lumpur semua,” kata Tito.
Selain itu, Tito menjelaskan langkah percepatan penanganan yang perlu dilakukan yakni, pembangunan hunian sementara (huntara) agar tidak ada lagi pengungsi yang tinggal ditenda. Bagi warga yang memilih tidak menempati huntara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan dana tunggu hunian (DTH) yang dapat digunakan untuk menyewa rumah atau tinggal bersama keluarga.
Bantuan DTH diberikan sebesar Rp 600.000 per bulan selama tiga bulan atau total Rp 1,8 juta. Bantuan ini dapat dikombinasikan dengan skema bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) berupa uang lauk-pauk sebesar Rp 15.000 per orang per hari. “Jadi, kalau dia kontrak Rp 1,8 (juta) tiga bulan, setiap hari juga dapat makan. Uang makan Rp 15.000 per orang per hari. Kalau empat orang berarti Rp 60.000,” kata Tito.
Lebih lanjut, Tito menegaskan perlunya pendataan lebih detail terkait masyarakat terdampak, termasuk data mengenai rumah yang mengalami kerusakan, baik ringan, sedang, maupun berat. “Ini juga saya minta kepada Pak Bupati, segera kumpulkan para keuchik (kepala desa), para camat agar masyarakat terdampak dapat didata. Jangan sampai bantuan tersebut salah sasaran. Pastikan betul-betul diterima masyarakat terdampak. Ini uang negara,” tegas Kasatgas Tito.
Sebagai informasi, kunjungan ke Aceh Utara merupakan salah satu rangkaian agenda Kasatgas Tito ke daerah terdampak bencana. Sebelumnya, ia telah mengunjungi Pidie Jaya dan Bireuen. Kunjungan tersebut turut dihadiri Kepala BNPB Letjen Suharyanto, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Safrizal ZA, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil akrab disapa Ayahwa, serta pejabat terkait lainnya.
