Durasi, Lhokseumawe – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Aceh, Ramdani Boy, Bc.IP, S.Sos, M.Si menegaskan, seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) didaerah itu belum tersentuh ” Bilik Asmara “. Pihaknya, memastikan Lembaga Pemasyarakatan dan Rutan (Lapas dan Rutan) disana masih steril atau aman dari praktek tercela tersebut.
” Kalau ada isu seperti itu segera klarifikasikan ketempat Kami, pasti akan Kami telusuri benar dan tidaknya ? InsyaAllah sampai sekarang belum ada laporan seluruh Aceh terkait perihal dimaksud, ” tegas Ramdhani Boy saat memimpin proses relokasi nara pidana di Kota Lhokseumawe, Sabtu Pagi (1/8).
Menurut Dia, informasi beberapa waktu yang lalu terkait perihal : ” naik kapal atau bilik asmara ” didalam pemasyarakatan Lhokseumawe dinyatakan tidak benar. Tim Kanwil sempat melakukan investigasi dan penyidikan terhadap Kepala Lapas dan Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas dan KPLP), Wahyu Prasetyo dan Dermawan.
Namun, setelah ditelusuri tidak ada satupun alat bukti yang mengarah ke dugaan tersebut. Termasuk, hasil pemeriksaan Closed Circuit Television (CCTV).
” Pendalaman kepada Pak Kalapas dan KPLP karena kapal yang disebutkan itu ada menyebutkan nama ruang Kalapas. Setelah diinvestigasi dan dibuka CCTV tidak ada satupun bukti yang mengarah kesana.
Kakanwil mengungkapkan, pihaknya Mula-mulanya memperoleh informasi adanya istri salah satu warga binaan yang Cek-cok dengan suaminya. Jadi, dari sanalah kemudian timbullah kecemburuan sehingga beredar kearah isu yang terus melebar segala macam.
” Kita mendalami dan investigasi kasus ini hingga tuntas. Dan, hasil investigasi Kami tidak ada yang mengarah kesitu, ” tutup Ramdhani Boy.
