IKAL Lemhannas Aceh Gelar Ngopi Kebangsaan, Dorong Percepatan Rehab-Rekon Pascabencana

  • Bagikan
Ketua Dewan Pengurus Daerah Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (DPD IKAL Lemhannas) Aceh, Prof. Syahrizal Abbas saat menyampaikan sambutan dalam forum "Ngopi Kebangsaan" di Warkop dKupi Aceh 2, Banda Aceh, Sabtu (12/9/2026). Forum diskusi strategis ini mempertemukan tokoh Pemerintah Aceh, TNI-Polri, Satgas PRR, serta lintas elemen masyarakat untuk merumuskan percepatan program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh guna memperkokoh ketahanan nasional. durasi.co/Rahmat

BANDA ACEH — Dewan Pengurus Daerah Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (DPD IKAL-Lemhannas) Aceh kembali menggelar forum “Ngopi Kebangsaan” di Warkop dKupi Aceh 2, Batoh, Banda Aceh, Sabtu (12/9/2026).

Forum diskusi santai lintas sektor ini berfokus mendorong percepatan pemulihan dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi demi memperkokoh ketahanan nasional.

Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh pada akhir November 2025 lalu menjadi salah satu ujian terbesar daerah tersebut setelah tsunami 2004. Banjir dan tanah longsor melanda 18 kabupaten/kota serta 3.460 gampong, berdampak pada lebih dari 2,5 juta jiwa dan merenggut 562 korban jiwa.

Ketua DPD IKAL-Lemhannas Aceh, Prof. Syahrizal Abbas menegaskan, bahwa program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) yang ditargetkan selesai pada 2028 tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan fisik seperti rumah, jalan, dan jembatan.

“Proses ini harus mampu memulihkan kehidupan masyarakat, menggerakkan perekonomian, serta memperkuat ketahanan sosial. Pelaksanaannya harus cepat, tepat sasaran, transparan, dan bebas penyimpangan,” ujar Syahrizal.

Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan.

Pertemuan strategis ini dihadiri jajaran Pemprov Aceh, TNI-Polri, Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), BUMN/BUMD, akademisi, ulama, hingga insan pers.

Plt. Sekretaris Daerah Aceh, Taufik menyatakan, komitmen pemerintah untuk memacu penyelesaian rehab-rekon.

Dukungan senada disampaikan Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan yang mengapresiasi dialog ini dan menegaskan kesiapan jajarannya memperkuat pemulihan fisik maupun sosial.

Kepala Staf Kodam Iskandar Muda Brigjen TNI Dwi Sasongko.

Dari sisi infrastruktur pendukung, Kepala Staf Kodam Iskandar Muda Brigjen TNI Dwi Sasongko menyampaikan, bahwa TNI terus berupaya mempercepat pembangunan jembatan penghubung yang rusak. Saat ini, Aceh menjadi daerah dengan jumlah proyek pembangunan jembatan pascabencana terbanyak.

Sementara itu, Ketua Tim Satgas PRR Aceh, Dr. Drs. Imran, M.Si., mengajak seluruh pihak menghentikan narasi saling menyalahkan dan memprioritaskan kepentingan warga terdampak.

“Pemulihan pascabencana harus dilaksanakan secara sinergis. Fokus kita semata-mata adalah pemulihan masyarakat,” tegas Imran.

Sekretaris Jenderal DPD IKAL-Lemhannas Aceh, Dr. Yusri Kasim, serta pemilik dKupi Aceh, Dedi Sumardi, berharap tradisi Ngopi Kebangsaan yang berjalan sejak 2019 ini terus konsisten melahirkan gagasan konkret bagi pembangunan daerah dan ketahanan nasional.

  • Bagikan
Exit mobile version