SIGLI– Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, M.H., meminta manajemen RSUD Tgk Abdullah Syafie Beureunuen memberikan pelayanan dan penanganan medis secara maksimal kepada empat warga korban insiden penembakan di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro/Truseb, Kabupaten Pidie.
Instruksi tersebut disampaikan Sarjani saat menjenguk para korban bersama Wakil Bupati Pidie Alzaizi di RSUD Tgk Abdullah Syafie, Jumat (6/11/2026) malam.
Dalam kunjungan itu, Bupati memastikan kondisi para korban yang masih menjalani perawatan sekaligus memberikan dukungan moril kepada mereka dan keluarga yang mendampingi.
Sarjani secara khusus meminta Direktur RSUD Tgk Abdullah Syafie beserta jajaran tenaga kesehatan memastikan seluruh kebutuhan penanganan medis terpenuhi, termasuk memberikan pelayanan sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.
“Kami meminta Direktur RSU Tgk Abdullah Syafie beserta seluruh tenaga kesehatan untuk memastikan seluruh kebutuhan penanganan medis terpenuhi secara maksimal, sehingga proses pemulihan dapat berjalan sebaik mungkin,” ujar Sarjani.
Selain memastikan pelayanan kesehatan, Bupati juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden yang terjadi di Pulo Keunari dan meminta agar peristiwa tersebut diusut secara tuntas.
“Kita meminta peristiwa tersebut dapat diusut secara tuntas,” tegasnya.
Sarjani menilai pengungkapan kasus secara menyeluruh penting untuk memberikan kejelasan kepada masyarakat sekaligus memastikan peristiwa serupa tidak kembali terjadi.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Bupati turut menyoroti adanya informasi yang mencatut namanya dan berpotensi memperkeruh suasana. Karena itu, ia meminta masyarakat lebih bijak dalam menerima maupun membagikan informasi, terutama melalui media sosial.
Insiden Pulo Keunari Jadi Perhatian
Insiden di Gampong Pulo Keunari terjadi pada Rabu (4/11/2026) saat berlangsung kegiatan kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW yang diwarnai penertiban pengibaran Bendera Bulan Bintang.
Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang warga, Abzalul Riza, meninggal dunia dan sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan aparat, sebanyak 13 warga mengalami luka-luka, sementara enam personel TNI juga dilaporkan mengalami luka dalam insiden tersebut.
Peristiwa ini mendapat perhatian berbagai pihak. Pangdam Iskandar Muda Brigjen TNI Mahesa Fitriadi menyatakan pihaknya sedang melakukan investigasi internal untuk mendalami kejadian tersebut. Sementara itu, Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan meminta masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penanganan persoalan kepada aparat penegak hukum.
Di tengah situasi tersebut, Sarjani berharap seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik dan masyarakat Pidie tetap menjaga ketenangan serta persaudaraan.
Bupati Melayat ke Rumah Duka
Sebelum menjenguk para korban di rumah sakit, Bupati Pidie bersama rombongan terlebih dahulu mendatangi rumah duka Abzalul Riza, warga Gampong Dayah Gampong Baro, Kecamatan Tiro/Truseb, yang meninggal dunia dalam insiden tersebut.
Di hadapan orang tua dan keluarga almarhum, Sarjani menyampaikan belasungkawa serta turut memanjatkan doa bersama keluarga dan warga yang hadir.
Dalam suasana duka itu, ia berharap peristiwa tragis tersebut menjadi kejadian terakhir dan tidak kembali terulang di Aceh.
“Semoga Allah memberikan yang terbaik untuk kita semua,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Ketua DPRK Pidie Anwar Sastra Putra, S.H., Asisten III Bidang Administrasi Umum Jufrizal, S.Sos., M.Si., Kabag Prokopim Muhammad Irfan Islami, S.IP., M.M., Juru Bicara Bupati Andi Firdhaus, S.H., CPM, serta sejumlah anggota DPRK Pidie dari Fraksi Partai Aceh.
