Diduga Dibobol, Pelaku Pencurian Pintu Air di Waduk Lhokseumawe Diminta Menyerahkan Diri

  • Bagikan
Satu dari 12 unit pintu air yang berjejeran di Reservoir Pusong, Kota Lhokseumawe, terlihat kosong diduga dicuri, sedangkan sisi lain petugas PUPR beraktifitas sedang memasang kembali 6 unit pintu air yang selesai direhab usai dibongkar dari sana. Foto : Ist

Durasi, Lhokseumawe – Aparat kepolisian meminta diduga pelaku pencurian pintu air di Reservoir Pusong, Kota Lhokseumawe, untuk menyerahkan diri. Menyusul, adanya laporan hilangnya benda keras, jenis besi baja yang berfungsi sebagai pengatur aliran buka-tutup ditempat penampungan air tersebut.

” Kita mohon pada pelaku kajahatan ini jikalau memang umpamanya sudah melakukannya dan menyesal atau bagaimana tentu boleh telepon Kita (polisi-red) dimana barangnya biar Kita ambil. Kemudian, Kita himbau jangan adalah perihal seperti ini lagi. Apalagi, ini bulan puasa yang mana mencuri Barang-barang tentu mengganggu ketertiban umum dan meresahkan khalayak luas, ” ucap Kapolres Lhokseumawe, AKBP Dr. Ahzan, S.H, S.I.K, M.S.M, M.H melalui Kasat Reskrim, AKP Dr. Bustani, S.H, M.H, M.S.M, M.Si, M.I.K menjawab durasi melalui sambungan aplikasi perpesanan WhatsApp, Jum’at Petang (13/3).

Bustani mengungkapkan, berbagai kemungkinan dapat terjadi terkait raibnya alat pengatur air pasang-surut disana. Pihaknya terus mempelajari untuk pengungkapan kasut tersebut kepada publik hingga tuntas.

” Makanya, coba Kita pelajari dulu mana tau kemungkinan diseret pakai jalur air, yang mana secara gravitasi bila memanfaatkan air tentu lebih ringan, baik menggunakan alat semacam boat atau perangkat lain. Mustahil benda itu diangkat dengan mudah, karena benda keras dan berat sekali hampir 1 ton! Jadi, Kita jangan dulu Kita percaya informasi hoax yang berkembang, bahwa pakai cran atau alat berat, ” jelasnya.

Pihaknya mengaku, sangat menyayangkan bila memang pintu air itu lewong diakibatkan pencurian. Mengingat dampaknya begitu terasa dengan leluasanya air laut bercampur aduk kedalam waduk yang berbahaya terhadap budidaya ikat tawar milik kalangan petani keramba disana.

” Saat dibongkar semua PUPR untuk direhab pintu air itu informasinya ada permintaan jangan dibongkar dari kalangan petani keramba. Makanya PUPR menyisakan 6 unit, nah ketika hendak dipasang usai selesai diperbaiki untuk dipasang ditempat semula ternyata ditemukan 1 unit sudah keadaan hilang tepatnya pada hari Rabu tanggal 11 Maret lalu, ” beber Kasat Reskrim.

” Laporannya sudah dilakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAB) oleh penyidik. Itu pengakuan dua saksi, yaitu Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) dan Operator Pengendali Pintu Air Waduk Pusong, ” tegas Bustani.

Segera Relokasi

Para petani keramba juga dihimbau, untuk segera merelokasi ketempat baru yang disediakan oleh Pemko Lhokseumawe. Mengingat, dilokasi sekarang sedang dilakukan pengerukan dan pembersihan sedimentasi diarea yang khawatir beresiko terendamnya keramba disaat pasang hingga air surut.

” Itu ada tempat yang disediakan untuk direlokasi, makanya secepatnya pindah kalau enggak nanti Pemko akan melakukan langkah penertiban dan Kita khawatirkan nisa saja terjadi Hal-hal yang tidak diinginkan nantinya, ” ucapnya.

Masyarakat tani disana diharapkan, jangan mudah terpengaruh dengan informasi dari pihak tertentu. Terlebih, warning penertiban sudah dikeluarkan Jauh-jauh hari sebelumnya.

” Apabila ada diantaranya belum masuk kedalam kelompok tani keramba tentu untuk segera mengusrusnya. Jadi, begitu ada kejadian tertimpa musibah itu ada bantuan ganti rugi dari negara! Syarat itu adalah muthlak harus dimiliki semua petani keramba untuk memperoleh manfaat bencana, ” harap Kasat Reskrim Bustani.

Seraya menambahkan, para petani keramba bila ada persoalan untuk menyelesaikan dengan cara musyawarah dengan Pemko Lhokseumawe.

  • Bagikan
Exit mobile version