Durasi, Lhokseumawe – Sekitar 150-an pedagang eceran disejumlah pusat perbelanjaan di Kota Lhokseumawe, bergabung sebagai sahabat Rumah Pangan Kita (RPK). Menyusul dibukanya kesempatan menjadi mitra bisnis oleh Perum Bulog setempat.
” Setiap saat terus bertambah sahabat RKP ditempat Kita. Siapapun tentunya bisa menjalankan usaha sembako dengan modal terjangkau dan harga pangan yang stabil, seperti beras dan minyak goreng, ” kata Kepala Bulog Lhokseumawe, Muhammad Iqbal saat ditemui durasi diruang kerjanya, Rabu (8/7).
Sebut Dia, tidak ada batasan jumlah mitra bisnis yang ingin bergabung dalam kerjasama tersebut. Artinya, kesempatan ini terbuka lebar didepan mata dengan melengkapi persyaratan dan ketentuan berlaku.
” Pengecer ini harus memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Pendaftarannya mudah bisa dilakukan secara online maupun offline, ” ujar Iqbal.
Kebutuhan pokok itu dipasok ke beberapa pasar tradisional. Bahkan, dalam tempo rentan waktu 5 hari atau sepekan sudah ludes laku terjual.
” Misalkan, di Pasar Impres Lhokseumawe itu dalam sekejap habis terjual beras dan minyak. Sedangkan, ditingkat pengecer yang berdagang disejumlah titik lain dilingkungan masyarakat paling habis sekitar 2 minggu, ” tuturnya.
Untuk itu pihaknya, mengundang semua pihak untuk terlibat menjadi Mitra bisnis Bulog. Selain menguntungkan juga secara tidak langsung ikut serta menjaga stabilitas pangan nasional.
Dimana, untuk beras SPHP seberat 5 Kilogram harga pembeliannya Rp56.500 dan harga jual maksimal sebesar Rp65.500 per sak. Kemudian, minyak goreng bermerek minyakita pembelian Rp14.500 dan harga jual maksimal Rp15.700 perkilo.
” Untuk minyak baru masuk tadi stoknya sekitar 28 ton. Sebaliknya, beras di gudang Bulog berjumlah 30 ribu ton, ” tambah Kepala Bulog, Iqbal.












