hit counter

Gelar Festival Meurah Silu 2026 di Lhokseumawe, Bank Indonesia Gandeng 50 UMKM dari 10 Daerah di Aceh

  • Bagikan
Pengunjung tampak memadati stan Ayu Modiste pada ajang Festival Meurah Silu 2026 di Lhokseumawe. Tidak hanya melihat keindahan detail motif Kerawang Gayo, para pengunjung juga antusias membeli koleksi busana karya perajin asal Takengon, Aceh Tengah, yang dibanderol dengan harga kisaran Rp2,5 juta hingga Rp5 juta per potong. Kehadiran UMKM binaan Bank Indonesia ini sukses menyedot perhatian publik setelah sebelumnya malang melintang di berbagai ajang nasional hingga internasional. durasi.co/Rahmat

LHOKSEUMAWE — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw) Lhokseumawe kembali menghadirkan ajang bergengsi Festival Meurah Silu (FMS) 2026. Berpusat di Harun Convention Hall, Cunda, Kota Lhokseumawe, festival tahunan ini resmi dibuka pada Sabtu (31/10/2026) dan dijadwalkan berlangsung hingga Ahad (1/11/2026).

Mengusung misi strategis, FMS 2026 tidak hanya menjadi sarana promosi produk unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pengembangan ekonomi kreatif, tetapi juga wadah pelestarian budaya sekaligus instrumen akselerasi transaksi digital di tengah masyarakat.

PEMBUKAAN FESTIVAL MEURAH SILU 2026 — Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Lhokseumawe, Yudo Herlambang, bersama Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, jajaran unsur Forkopimda, serta para pimpinan daerah dan perwakilan dari 10 kabupaten/kota di Aceh menabuh alat musik tradisional rapai secara bersama-sama dalam seremoni peresmian pembukaan Festival Meurah Silu (FMS) 2026 di Harun Convention Hall, Kota Lhokseumawe, Sabtu (31/10/2026).

Kepala KPw BI Lhokseumawe, Yudo Herlambang, menjelaskan bahwa perhelatan tahun ini melibatkan 50 UMKM binaan terpilih dari 10 kabupaten/kota di wilayah kerja BI Lhokseumawe. Beragam produk berkualitas dipamerkan, mulai dari kain tradisional (wastra), kriya, dekorasi rumah, kuliner khas, hingga kopi Gayo.

“Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa produk-produk unggulan binaan BI dari 10 kabupaten/kota di Aceh mampu terangkat ke tingkat nasional. Diharapkan ke depan sektor ini terus berkembang dan memberikan multiplier effectbagi pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Yudo usai pembukaan acara, Sabtu (31/10).

Yudo menambahkan, FMS merupakan agenda bergilir yang tahun sebelumnya sukses digelar di Kota Langsa.Penyelenggaraan tahun ini memiliki arti penting sebagai momentum strategis untuk mendukung pemulihan ekonomi Aceh pascabencana.

“Festival ini tidak sekadar pesta rakyat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata pada sektor perhotelan, restoran,hingga pusat oleh-oleh karena banyaknya pengunjung dari luar kota,” jelas Yudo yang hadir didampingi Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar.

Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, memberikan apresiasi tinggi dan dukungan penuh Pemko Lhokseumawe terhadap perhelatan ini. Menurutnya, sinergi bersama Bank Indonesia ini menjadi langkah konkret dalam memajukan UMKM lokal.

“Festival ini menjadi wadah promosi dan kreativitas agar produk lokal semakin dikenal secara luas. Melalui ajang ini,daya saing pelaku usaha lokal semakin meningkat serta mampu membuka peluang pasar hingga tingkat nasional maupun internasional,” tutur Sayuti.

Pengunjung tampak memadati stan Ayu Modiste pada ajang Festival Meurah Silu 2026 di Lhokseumawe, Sabtu (31/10).

Pesona Kerawang Gayo “Ayu Modiste” Sedot Perhatian

Dari puluhan stan yang memadati area pameran, salah satu tenant wastra yang paling menyedot perhatian pengunjung adalah Ayu Modiste, perwakilan perajin busana asal Takengon, Aceh Tengah.

Pemilik Ayu Modiste, Ayu, mengungkapkan rasa bangganya bisa kembali ambil bagian dalam ajang bergengsi binaan Bank Indonesia. Ia menyebut keikutsertaannya kali ini menjadi momentum untuk terus berinovasi dan memperkenalkan keanggunan motif Kerawang Gayo ke khalayak yang lebih luas.

“Dengan penuh kebanggaan, Ayu Modiste berpartisipasi dalam Festival Meurah Silu 2026 BI Lhokseumawe. Kami menghadirkan karya yang memadukan kreativitas, keanggunan, dan karakter kuat dalam balutan busana yang istimewa,” kata Ayu.

Koleksi busana bernuansa Kerawang Gayo tersebut dibanderol dengan kisaran harga Rp2,5 juta hingga Rp5 juta per potong. Kualitas dan keunikan desain brand lokal asal dataran tinggi Gayo ini terbukti mampu memikat pengunjung. Terlebih, Ayu Modiste telah memiliki rekam jejak gemilang dengan berpartisipasi di berbagai ajang nasional hingga merambah panggung internasional seperti di Filipina dan Kairo, Mesir.

Pengunjung melakukan transaksi pembayaran berbasis QRIS saat membeli produk jajanan kuliner pada pameran UMKM Festival Meurah Silu 2026 di Lhokseumawe, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan yang digagas BI Lhokseumawe ini melibatkan 50 UMKM dari 10 kabupaten/kota di Aceh sekaligus mengedukasi masyarakat tentang kemudahan transaksi digital. durasi.co/Rahmat

Kemeriahan FMS 2026 turut didukung oleh ragam agenda menarik bagi masyarakat, mulai dari Bazaar & Expo UMKM,QRIS Wakaf Run, edukasi transaksi digital, layanan kas keliling penukaran uang Rupiah, donor darah, Lomba Cerdas Cermat Kebanksentralan, hingga lomba mewarnai tingkat SD/MI.

Selain itu, pameran semakin semarak dengan digelarnya Aceh Modest Fashion Design Competition, Lomba Wastra, serta talkshow bertema “Pengembangan Wastra Aceh: Heritage to Global Trend” hasil kolaborasi dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda). Panggung hiburan masyarakat pun dihangatkan oleh penampilan Samamasa Band serta bintang tamu nasional, Apache.

Rangkaian acara Festival Meurah Silu 2026 dijadwalkan ditutup secara khidmat pada Ahad malam melalui Tabligh Akbar yang menghadirkan penceramah Dr. Ali Zaenal Abidin Alkaff (Habib Ali Alkaff) pada pukul 20.00 WIB.

  • Bagikan