hit counter

Besok, Distribusi Air Bersih Bagi 1.500 Pelanggan Tirta Pase Kembali Normal

  • Bagikan
Tinjau lokasi kerusakan jaringan pipa. Foto : (Durasi/Erwin)

Durasi, Lhokseumawe – 1.500 pelanggan air bersih Perumda Tirta Pase Aceh Utara, kembali dapat menghirup napas lega. Menyusul, dipercepatnya perbaikan kerusakan dampak pembangunan infrastruktur revitalisasi jalur pendestrian dan saluran air dikawasan Jembatan Cunda bertempat di Jalan Merdeka dan H. Ramli Ridwan diarea Stadion Reklamasi Pusong oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) setempat.

Pemulihan jalur suplai air bersih ini dipimpin langsung Direktur Utama, Imran didampingi Direktur Teknik, Ferry Syahputra bersama tim teknis dan kru terkait. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab itu menargetkan distribusi akan pulih secara bertahap, Sabtu Besok tanggal 3 Oktober 2026.

” Dikarenakan banyak pengaduan warga yang masuk butuh air bersih langsung Kita respon, tim teknis terus bekerja ekstra keras dilapangan melakukan perbaikan pipa yang hancur, patah dan rusak berserakan akibat ekses proyek PUPR disana. Mungkin Pagi-pagi sudah mulai dialiri air ke warga Kecamatan Banda Sakti, ” ujar Imran saat ditemui durasi dilokasi, Jum’at Petang (2/10).

Ia menjelaskan, pihaknya melakukan beberapa langkah dengan memangkas beberapa jaringan yang memang sudah tidak layak dipakai. Mengingat, jikalau dipaksakan tentu akan menghabiskan biaya yang lebih besar.

” Tim lagi bekerja keras dilapangan, berbagai jaringan pipa mengalami kerusakan. Saya sebagai Dirut menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami selama ini! Mohon pelanggan semua bersabar, ” ucap Imran.

Pipa terlihat terputus dampak proyek infrastruktur PUPR Lhokseumawe. Foto : (Durasi/Erwin)

Ia melanjutkan, secara keseluruhan jumlah pelanggan yang terhenti suplai air berjumlah 1.500 Sambungan Rumah (SR). Dimana, setiap bulan ada sekitar 750-an diantaranya yang memang berstatus pelanggan aktif membayar tagihan kepada Perumda Tirta Pase.

” Sisanya pelanggan lain yang tidak memakai air bersih dengan berbagai alasan ? Misalkan, ada jaringan yang tidak pernah tersuplai lagi, hunian kosong, tempat usaha tutup, dan bermacam-macam alasan lain, ” terangnya.

Imran berharap, kedepan ada koordinasi yang baik terkait proyek infrastruktur diarea berdekatan jaringan pipa air bersih milik Tirta Pase. Hal ini sangat penting, guna mencegah dampak kerusakan terhadap jaringan perpipaan air bersih.

Sebelumnya, Pemko berencana akan mengerahkan PT. Toya Perdana Lhokseumawe yang dikenal Aceh Water perusahaan patungan Ciputra Group itu untuk melayani air bersih bagi 1.500 Rumah Tangga (RT) di Kecamatan Banda Sakti. Menyusul, terhentinya suplai oleh Perumda Tirta Pase.

HMC Departemen Head PT. Toya Perdana Lhokseumawe, Yusuf Iman juga menyampaikan, pihaknya masih menunggu data keseluruhan jumlah pelanggan yang diputuskan suplai oleh Perumda Tirta Pase Aceh Utara. Hal ini sesuai hasil kesepakatan Toya dengan Pemko setempat.

Krisis air di Kecamatan Banda Sakti yang merupakan ibukota Lhokseumawe itu sudah berlangsung selama 8 hari pasca terhentinya distribusi Perumda Tirta Pase.

  • Bagikan