LHOKSEUMAWE— Remaja Masjid Agung Islamic Centre Kota Lhokseumawe (REMA IC) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian sosial dan pendidikan melalui program mengajar.
Kegiatan itu menjadi ruang berbagi ilmu, kepedulian, dan kebersamaan dengan anak-anak serta masyarakat, khususnya di wilayah yang membutuhkan pendampingan pendidikan dan keagamaan seperti daerah terdampak banjir.
Mengusung slogan “Meusapat, Meutaloe, Meusaboh”, REMA IC mengajar hadir dengan semangat kebersamaan (meusapat), kerja sama (meutaloe), dan saling membantu (meusaboh).
Program tersebut tidak hanya berfokus pada pengajaran. Juga membangun karakter, nilai keislaman, serta menumbuhkan semangat belajar anak-anak melalui pendekatan yang ramah dan menyenangkan.
Ketua REMA IC, M. Ridha, S.E, Rabu 31 Desember 2025, mengatakan bahwa program mengajar itu merupakan wujud nyata peran pemuda masjid dalam menjawab kebutuhan sosial di tengah masyarakat.
“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai sahabat dan pendamping bagi anak-anak, agar mereka tetap semangat belajar dan dekat dengan nilai-nilai Islam,” kata Ridha.
Koordinator Lapangan, Sadjeli menyebutkan kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak dan dukungan masyarakat setempat. Semangat gotong royong dan keikhlasan relawan menjadi kekuatan utama dalam menjalankan program ini.
“Kegiatan mengajar ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk aktif berkontribusi dalam bidang pendidikan, dakwah, dan kemanusiaan,” ujar Sadjeli.
Lanjut Sadjeli, remaja masjid Islamic Centre Lhokseumawe berkomitmen untuk terus menebar manfaat dan menghadirkan harapan melalui aksi nyata di tengah masyarakat. [] (ril)
