hit counter

Infrastruktur Rusak, Ini Tantangan Perumda Tirta Pase Agar Terus Menyembur Air

  • Bagikan
Dirut Perumda Tirta Pase Pemkab Aceh Utara, Imran. Foto : Ist

Durasi, Lhokseumawe – Direktur Utama Perumda Tirta Pase, Imran mengaku, masih menghadapi sejumlah tantangan dengan rusaknya beragam infrastruktur pengolahan dan jaringan distribusi air. Tercatat, sejumlah instalasi pengolahan air, bak tertimbun lumpur hingga problem jaringan pipa distribusi utama dilaporkan mengalami kerusakan dan kebocoran parah.

Ditengah bencana itu suplian air yang dilakukan perusahaan plat merah milik Pemkab Aceh Utara itu tetap menyembur harus menyembur. Walaupun, dihadapkan dengan minimnya dana untuk pemulihan tersebut.

” Keterbatasan anggaran membuat penggantian meter air harus dilakukan secara bertahap. Saat ini Kami hanya mampu mengganti sekitar 500 unit meter air per tahun, karena jika dilakukan sekaligus membutuhkan biaya hingga miliaran rupiah,” ungkap Imran ketika dikonfirmasi durasi di Ronta Caffe, Senin (2/2).

Kata Dia, pihak manajemen memberikan perhatian pada peningkatan kesejahteraan karyawan sebagai bagian dari reformasi tata kelola. Pembayaran gaji tepat waktu, kepesertaan BPJS, dana pensiun, serta pemberian insentif dan kenaikan gaji dilakukan untuk mendorong disiplin dan responsivitas pegawai dalam melayani masyarakat.

Penerapan GCG juga dinilai semakin penting ketika Perumdam Tirta Pase menghadapi bencana banjir yang sempat mengganggu operasional perusahaan. Dengan keterbatasan peralatan dan anggaran, perusahaan melakukan upaya mitigasi secara mandiri agar pelayanan air bersih tetap berjalan dan tidak berdampak pada pendapatan maupun kesejahteraan karyawan.

Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting dalam memperkuat perencanaan mitigasi bencana ke depan, mengingat wilayah operasional Perumdam Tirta Pase termasuk daerah rawan banjir.

Berdasarkan data Perumdam Tirta Pase melayani sekitar 43.000 pelanggan yang tersebar di 23 kecamatan. Namun, pascabanjir, perusahaan masih menghadapi tantangan berupa kebocoran jaringan akibat kerusakan sambungan rumah serta penurunan tingkat penagihan rekening air.

Manajemen menyatakan akan terus melakukan pendekatan persuasif kepada pelanggan, mengingat biaya operasional perusahaan harus ditanggung setiap bulan. Dengan cara ini diyakini nantinya dapat membuka hati para pelanggan, guna menjamin kelangsung air berssih kedepannya.

” Kami berkomitmen menjaga keberlanjutan pelayanan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan kewajiban pembayaran. Karena tagihan itu merupakan urat nadi Tirta Pase itu sendiri, ” imbuh Imran.

  • Bagikan