Sebanyak 12 unit Hunian Sementara (Huntara) untuk korban banjir mulai bisa ditempati setelah menerima penyerahan kunci di Gampong Blang Pandak, Kecamatan Tangse, Pidie.
Bupati Pidie, Sarjani Abdullah , Kamis mengatakan bentuk respons cepat Pemkab telah menyelesaikan pembangunan 12 unit Huntara yang diperuntukkan bagi warga terdampak dan diharapkan dapat memberikan rasa aman serta nyaman selama masa pemulihan.
Sarjani mengatakan Pemkab berkomitmen untuk hadir serta memastikan seluruh warga terdampak bencana mendapatkan penanganan yang layak dan berkelanjutan.
Diketahui 12 Huntara tersebut dibangun dengan dana yang bersumber dari dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Pidie Tahun 2025.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya dalam penanganan dan pemulihan pascabencana hidrometeorologi berupa angin kencang dan curah hujan ekstrem yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu, yang mengakibatkan kerusakan signifikan pada rumah warga serta mengganggu aktivitas kehidupan masyarakat.
Korban juga menerima dana bantuan kebutuhan rumah tangga serta dana tunggu hunian per kepala keluarga (KK) sebesar Rp600 ribu per bulan.
Sarjani berharap dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sewa rumah selama masa penanganan darurat dan pemulihan. Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan berupa beras, paket sembako, selimut, serta mie instan guna memenuhi kebutuhan dasar para korban terdampak.
Disamping itu, Pemkab juga telah merencanakan pembangunan 89 unit Hunian Tetap (Huntap) sebagai solusi jangka panjang bagi masyarakat korban bencana.
“Mengingat Gampong Blang Pandak berada di wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi, pembangunan Huntap akan dilakukan dengan perencanaan yang matang serta memperhatikan aspek mitigasi bencana,” Kata Sarjani.
Sarjani menegaskan kehadiran negara dalam setiap tahapan penanganan bencana dan berkomitmen untuk tidak meninggalkan satu pun warga dalam menghadapi situasi sulit, dengan semangat gotong royong membangun kembali desa yang dicintai.












